Waduh, Patah Hati Ternyata Memang Bisa Memicu Sakit Jantung

DokterSehat.Com– Patah hati bisa disebabkan oleh banyak hal, dari karena ditinggal oleh orang-orang yang disayang, kecewa akan beberapa kejadian, dan berbagai masalah lainnya. Ada cukup banyak dampak yang bisa didapatkan saat mengalami patah hati ini, dari menjadi lesu atau kurang bersemangat untuk melakukan berbagai aktifitas hingga jatuh sakit. Yang tak disangka adalah, patah hati ternyata juga bisa membuat resiko kita terkena penyakit jantung meningkat.

doktersehat-patah-hati-cinta-sedih

Dalam sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul JAMA Internal Medicine, disebutkan bahwa resiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke bisa meningkat hingga 3 kali lipat pada 3 bulan pertama setelah kematian dari orang yang disayangi.

Patah hati ternyata membuat kita lebih stress. Padahal, stress akan membuat tubuh memproduksi hormon adrenalin dan kortisol dengan berlebihan. Dosis kecil dari kedua hormon ini bisa menyebabkan denyut jantung meningkat, namun, jika dosisnya meningkat dengan signifikan, maka kesehatan jantung bisa mengalami dampak yang berbahaya.

Dalam dunia kesehatan, stress emosional yang disebabkan oleh patah hati atau karena ditinggal orang yang disayangi disebut sebagai broken heart syndrome atau takotsubo cardiomyophaty. Biasanya, gangguan jantung karena sindrom ini bersifat sementara. Tak hanya karena patah hati, hal ini juga bisa disebabkan oleh kejutan yang luar biasa yang menyenangkan seperti saat memenangkan undian berhadiah.

Saat sindrom ini muncul, otot jantung tidak akan mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan normal. Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan resiko terkena gagal jantung akan meningkat dan hal ini bisa menyebabkan kematian. Biasanya, gejala dari broken heart syndrome ini adalah munculnya rasa nyeri pada dada, sesak nafas, hingga aritmia atau gangguan irama jantung. Gejala-gejala ini mirip dengan serangan jantung.

Baca Juga:  Waduh, Bekerja Terlalu Keras Ternyata Bisa Menyebabkan Penyakit Jantung

Jika anda sedang dalam kondisi patah hati dan kemudian mengalami nyeri dada atau sesak nafas, ada baiknya anda segera memeriksakan kondisi kesehatan pada dokter karena bisa jadi hal ini adalah tanda sedang terkena sindrom patah hati ini.