Waduh, Jumlah Anak yang Terjangkit HIV di Indonesia Meningkat!

DokterSehat.Com– Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, baru-baru ini menyebutkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS untuk kalangan anak-anak di Indonesia tahun 2017 ternyata naik 4 persen dari jumlah tahun lalu. Jika pada tahun 2016 jumlahnya adalah 14 persen, maka kini jumlahnya mencapai 18 persen. Peningkatan ini tentu sangat mengkhawatirkan.

doktersehat-anak-sakit-termometer

Kebanyakan orang berpikir jika peningkatan angka jumlah penderita HIV ini disebabkan oleh semakin maraknya gaya hidup bebas, khususnya dalam hal melakukan seks bebas atau penggunaan jarum suntik bergantian. Memang, berbagai hal tersebut memang bisa menularkan HIV, namun, kebanyakan anak penderita di tanah air ternyata adalah keturunan dari orang tua yang juga mengidap HIV sebelum mereka lahir.

Hal ini berarti, anak-anak ini sebenarnya hanyalah menjadi korban yang sangat tidak beruntung karena hidup dengan membawa virus HIV sejak lahir. Tak hanya itu, mereka juga akan rentan terkena berbagai penyakit berbahaya akibat dari semakin menurunnya sistem kekebalan tubuh akibat dari serangan virus ini.

Tak hanya beresiko terkena penyakit dan meninggal dunia akibat dari memiliki virus HIV, anak-anak dengan HIV juga rentan terkena diskriminasi. Banyak anak-anak dengan HIV yang mengaku dikucilkan dari pergaulan karena anak-anak lainnya atau orang tua dari anak-anak lainnya khawatir akan tertular virus mengerikan ini. Arist pun menekankan dihentikannya diskriminasi pada anak-anak dengan HIV karena sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa dan seharusnya mendapatkan bimbingan dari banyak orang agar bisa hidup layak sebagaimana anak-anak lainnya.