Virus Zika Juga Bisa Membuat Bayi Menjadi Tuli

DokterSehat.Com – Kasus virus zika semakin menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi masyarakat di Indonesia. Setelah kasus ini muncul di Singapura dimana ratusan orang sudah diidentifikasi telah terinfeksi virus zika, maka kini otoritas kesehatan tanah air semakin menggencarkan berbagai langkah pencegahan yang dilakukan di berbagai bandara atau pelabuhan yang banyak dikunjungi pendatang dari Singapura. Tak hanya itu, berbagai fasilitas kesehatan di tanah air juga sudah bersiap untuk munculnya kasus ini di Indonesia.

doktersehat-demam-berdarah-dengue-zika

Ada sebuah fakta terbaru yang didapatkan dari virus ini. Jika sebelumnya kita hanya mendengar tentang kasus kelahiran bayi yang terkena masalah mikrosefali; penyusutan ukuran otak dan kepala yang bisa berpengaruh besar pada kecerdasannya, maka kini bayi yang terkena zika juga beresiko tinggi terkena masalah pendengaran. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pusat pencegahan dan pengendalian penyakit Amerika Serikat, CDC, melaporkan adanya hasil penelitian yang melibatkan setidaknya 70 bayi yang lahir dari Rahim ibu yang terinfeksi virus zika. Diketahui bahwa enam persen dari bayi-bayi tersebut ternyata mengalami masalah pendengaran, yakni terlahir dengan kondisi tuli. Zika ternyata membuat bayi rentan terkena beberapa jenis virus layaknya rubella, cytomegalovirus, hingga infeksi CMV, selama masa kehamilan. Virus-virus tersebutlah yang meningkatkan kemungkinan resiko gangguan pendengaran pada bayi.

Dengan adanya hasil temuan ini, maka daftar penyakit yang muncul akibat dari infeksi virus zika pun semakin bertambah. Memang, tidak semua bayi yang terlahir karena infeksi virus zika mengalami masalah pendengaran ini. Namun, andaipun Ia terlahir dengan kondisi pendengaran yang baik, Ia harus melakukan pemeriksaan kesehatan yang teratur sehingga Ia tidak akan mengalami penurunan kondisi pendengaran secara signifikan di kemudian hari.