Nipah, Virus Berbahaya yang Bisa Membunuh Manusia dalam Dua Hari

doktersehat virus nipah
photo credit: purch.com

DokterSehat.Com – Kurang dari seminggu, sebanyak 10 orang di Kerala, India dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit nipah. Satu dari korban yang meninggal adalah perawat yang membantu pasien di rumah sakit. Sisanya adalah warga yang rumahnya berdekatan dan satu keluarga dengan anggota berjumlah tiga.

Nipah adalah salah satu penyakit berbahaya yang patut diwaspadai. Bahkan, WHO menganggap Nipah adalah satu dari sari delapan penyakit prioritas dan sejajar dengan Zika dan Ebola.

Nah, DokterSehat telah merangkum beberapa sumber untuk dipelajariagar Anda bisa tahu lebih banyak tentang penyakit Nipah. Pada artikel ini, kami akan mengulas seputar:

  1. Apa itu penyakit Nipah?
  2. Penyebaran penyakit Nipah
  3. Gejala penyakit Nipah
  4. Pengobatan penyakit Nipah
  5. Pencegahan penyakit Nipah
  6. KLB Nipah di seluruh dunia
  7. Kasus penyakit Nipah di Indonesia

Mari kita ulas satu per satu, ya!

#1 Apa itu Penyakit Nipah?

Penyakit Nipah adalah jenis gangguan pada otak yang disebabkan oleh virus Nipah. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui perantara hewan seperti kelelawar dan babi.

Virus yang masih ke dalam tubuh akan langsung menginfeksi otak dan membuat seseorang mengalami koma dalam kurun waktu 24-48 jam sebelum akhirnya meninggal dunia.

Nipah tergolong penyakit zoonosis atau penyakit pada hewan yang bisa menular kepada manusia. Penyakit ini tergolong emerging atau baru karena kasus pertamanya terjadi pada tahun 1998 silam di Malaysia.

Sejak kejadian itu, penyakit ini mula menyebar ke beberapa wilayah di Asia Selatan seperti India dan Bangladesh. Hampir setiap tahun terjadi kasus-kasus infeksi Nipah yang berujung pada kematian.

Virus Nipah atau henipavirus adalah genus dari keluarga Paramyxoviridae. Ordo dari virus ini adalah Mononegavirales.  Virus dari jenis ini terbagi lagi menjadi dua, pertama Hendravirus dan yang kedua Nipahvirus.

Penyakit ini dinamai Nipah karena kejadian pertama yang cukup membuat dunia gempar berada di desa Nipah, Malaysia.

#2. Penyebaran Penyakit Nipah

Virus Nipah hidup di dalam tubuh dari kelelawar jenis kalong atau Pteropus sp. Meski hidup di dalam tubuh kalong, virus Nipah berada pada kondisi tidur dan tidak membunuh kelelawar.

Virus nipah baru menyebar saat kelelawar stres akibat perubahan ekosistemnya. Pada kondisi ini, virus bisa jadi aktif dan masuk ke saluran ekskresi dan juga kelenjar liur.

Setelah virus aktif, kotoran dari kelelawar yang jatuh akan berisi virus Nipah. Hal senada juga terjadi pada buah-buahan yang dimakan oleh kelelawar.

Saat buah jatuh atau kotoran berada di tanah termakan oleh hewan seperti babi, virus akan masuk. Babi akan menjadi perantara (host intermediate) sebelum menular ke manusia melalui kontak langsung atau udara.

Selain melalui babi, virus nipah juga bisa langsung menular dari kelelawar ke manusia. Beberapa kasus di Asia Selatan, penularan terjadi secara langsung akibat penduduk memakan buah yang mengandung liur kelelawar.

#3. Gejala Penyakit Nipah

Virus Nipah yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami masa inkubasi selama 4-18 hari. Selanjutnya, virus akan mengeluarkan gejala yang cukup jelas.

Salah satu gejala yang muncul pada penderita Nipah adalah:

  • Demam tinggi.
  • Gangguan pernapasan seperti batuk dan flu.
  • Nyeri pada otot di seluruh tubuh.

Kalau kondisi sudah semakin parah, penderita akan mengalami:

  • Peradangan otak encehphalitis yang menyebabkan pusing tidak tertahankan.
  • Sering mual dan muntah.
  • Disorientasi.

Gejala yang muncul di atas akan berkembang menjadi koma dalam jangka waktu 24-48 jam. Pada kondisi ini kemungkinan selamat akan sangat kecil.

#4. Pengobatan Penyakit Nipah

Berhubung penyakit Nipah yang menyebar tergolong emerging dan baru, belum ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkannya.

Hingga saat ini pertolongan dilakukan untuk mengurangi efek peradangan pada tubuh khususnya otak dalam bentuk supportive care.

Virus Nipah juga belum ada hingga sekarang. Para peneliti masih kesulitan membuat vaksin yang bisa membuat tubuh kebal dari serangan virus yang susah dideteksi dan dicegah ini.

#5. Pencegahan Penyakit Nipah

Virus Nipah dibawa oleh kelelawar jenis kalong yang biasanya makan buah-buahan.

Bagaimana cara melakukan pencegahan agar tak terjangkit virus Nipah?

Tentunya kita harus tahu mana saja daerah yang dijelajahi atau dijadikan tempat tinggal dari hewan ini.

Saat ini kalong tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia. Jadi, kemungkinan penyebaran penyakit ini selalu ada di setiap negara khususnya yang dekat dengan Malaysia, India, dan Bangladesh.

Beberapa dokter juga menganjurkan agar kita tidak sembarangan makan buah yang jatuh ke tanah. Buah ini biasa saja jatuh setelah dimakan oleh kelelawar, sehingga kemungkinan liurnya menempel cukup besar.

Selanjutnya, jangan membuta kontak dengan kalong baik itu yang liar atau yang dipelihara. Kemungkinan penularan masih ada baik itu melalui sentuhan atau melalui cipratan urine dan juga kotoran.

Saat berada di luar khususnya hutan yang menjadi habitat kelelawar, pastikan menggunakan masker. Selanjutnya, gunakan juga pakaian yang cukup tebal untuk melindungi kulit.

Tidak lupa juga gunakan sepatu kalau ingin pergi ke mana saja. Menginjak kotoran dari kelelawar bisa menyebabkan virus masuk ke dalam tubuh.

Bagi mereka yang memiliki peternakan khususnya babi, waspadalah dengan apa yang dimakan oleh ternak. Jangan biarkan babi makan buah yang jatuh dari atas karena ada kemungkinan terkena liur dari kelelawar.

Kalau ada babi yang terinfeksi, sebisa mungkin untuk mengisolasinya agar virus tidak menular. Peternak juga tidak diperkenankan melakukan kontak secara langsung untuk menghindari penularan.

#6. KLB Nipah di Seluruh Dunia

Kasus Nipah pertama kali terjadi pada tahun 1998-1999 di Malaysia dan langsung menjadi kejadian luar biasa (KLB). Pada kasus pertama ini sebanyak 265 orang terinfeksi dan 105 di antaranya meninggal dunia.

Kasus terparah kedua yang memiliki case fatality cukup besar terjadi di Bengal Barat, India. Pada saat itu ada 66 orang terinfeksi virus dan 49 di antaranya meninggal dunia pada tahun 2001.

Kasus Nipah terus terjadi setiap tahun khususnya di negara kawasan Asia Selatan seperti Bangladesh. Selama 6 tahun berturut-turut negeri ini mengalami wabah Nipah dengan kasus meninggal di atas 65%.

Adanya berbagai kejadian luar biasa yang terjadi di seluruh dunia, WHO menganggap virus ini sangat berbahaya, bahkan rata-rata case fatality mencapai 74,5% dari 2008-2012.

#7. Kasus Penyakit Nipah di Indonesia

Indonesia masuk ke dalam kawasan distribusi atau penyebaran virus Nipah. Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan sebagian Papua masuk dalam zona itu.

Meski virus itu bisa saja masuk ke Indonesia dengan mudah, sejak kasus pertama kali tahun 1998 di Malaysia, negeri ini masih steril. Belum ada satu kasus infeksi Nipah yang cukup berbahaya ini.

Berdasarkan data yang dijabarkan oleh Sendow et al. (2008) semua babi di Indonesia bebas dari infeksi Nipah. Selanjutnya, beberapa sampel kalong di kawasan Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi juga tidak memiliki virus nipah meski antibodinya sudah terbentuk.

Semoga ulasan tentang penyakit Nipah yang termasuk jenis emerging di atas bisa memberi tambahan pengetahuan Anda.

Sebaiknya, kita mulai berhati-hati agar tak terjangkit virusnya, ya!