Negara Bagian Ketiga di India Mulai Mewaspadai Virus Nipah

doktersehat virus nipah
photo credit: purch.com

DokterSehat.Com– Jumat, 25 Mei 2018 lalu India secara resmi mengumumkan negara bagian ketiga yang telah bergerak aktif untuk mencegah dan mengatasi wabah virus nipah, virus yang telah membuat 12 orang terbunuh di negara bagian Kerala bagian selatan.

Dilansir dari Channel News Asia, dua orang dilarikan ke rumah sakit karena diduga telah terinfeksi virus nipah dan mengalami kerusakan otak. Masyarakat di Negeri Bollywood pun semakin khawatir dengan keberadaan virus yang dibawa oleh kelelawar buah ini mengingat belum ada vaksin yang bisa mencegahnya dan penanganan untuk masalah kesehatan ini juga belum efektif untuk menyembuhkan pasien.

Sampel darah dari dua orang yang diduga sudah terinfeksi virus nipah karena mengalami gejala seperti flu pun langsung dikirim ke laboratorium untuk dites di pusat kesehatan di Telangana, negara bagian yang bersebelahan dengan Kerala, tempat dimana korban telah berjatuhan akibat virus ini.

K. Shankar, perwakilan medis dari Sir Ronald Ross Institute of Tropical and Communicable Diseases di Hyberabad menyebutkan bahwa orang-orang ini juga telah diawasi dengan ketat demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Beruntung, hasil tes menunjukkan bahwa dua orang ini negatif terpapar virus nipah.

Pakar mikrobiologi G. Arun Kumar menyebutkan bahwa setiap orang yang diduga terinfeksi virus nipah, termasuk mereka yang tertular dari orang-orang yang pertama kali terkena virus ini telah dirawat sesuai dengan prosedur medis. Yang menjadi masalah adalah, rumah sakit justru bisa menjadi tempat dimana virus ini bisa menular.

Kumar yang merupakan kepala dari Manipal Centre for Virus Research menyebutkan bahwa virus ini bisa menular melalui kontak cairan tubuh. Yang menjadi masalah adalah, pasien penyakit ini memiliki kemungkinan untuk meninggal dunia hingga 70 persen.

Belakangan ini, sekumpulan mayat kelelawar juga ditemukan di sebuah sekolah yang ada di utara negara bagian Himachal Pradesh. Warga setempat pun langsung panik saat mengetahui hal ini. Petugas medis Sanjay Sharma menyebutkan bahwa meskipun tidak biasa, kematian kelelawar-kelelawar ini tidak perlu dikhawatirkan dengan berlebihan.