Viral di Media Sosial, Gadis Ini Ususnya Bengkak Setelah makan Seblak

DokterSehat.Com– Sebuah postingan yang diunggah oleh akun Facebook bernama Desy Puspita Yulida belakangan ini viral di media sosial Facebook. Dalam postingan ini, disebutkan bahwa anaknya mengalami radang usus hingga harus dilarikan ke rumah sakit setelah makan seblak. Sebenarnya, apakah salah satu jajanan yang sedang digemari anak muda ini memang berbahaya bagi kesehatan usus?

doktersehat-DesyPuspitaYulida-usus-bengkak-makan-seblak

Photo Credit: Facebook/ Desy Puspita Yulida

Anak Desy bernama Salma ini harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit karena mengalami kram perut, muntah-muntah, dan diare. Menurut Desy, anak gadisnya ini mengkonsumsi seblak yang terbuat dari kerupuk kering yang direndam. Hanya saja, kerupuknya sepertinya masih kenyal dan belum matang sehingga menyumbat pada usus dan memicu infeksi. Tak hanya membuat muntah dan diare, tubuh Salma juga mengalami kenaikan sel darah putih atau leukosit hingga angka 14 ribu yang memang menandakan adanya infeksi pada tubuhnya.

Dokter spesialis bedah anak yang memeriksa kondisi Salma menyebutkan bahwa usus buntu sang gadis mengalami pembengkakan dan harus segera dioperasi demi keselamatan nyawanya. Karena terlihat mengerikan, postingan ini pun viral hingga telah dibagikan lebih dari 27 ribu kali di media sosial.

Pakar kesehatan Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH yang berasal dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyebutkan bahwa peradangan usus buntu seringkali disebabkan oleh kelelahan atau adanya penyumbatan pada usus yang memicu peradangan. Hanya saja, kasus peradangan usus buntu karena penyumbatan cenderung sangat jarang terjadi. Beliau sendiri sedikit meragukan penyebab kasus yang menimpa Salma adalah kerupuk mentah yang tetap kenyal karena seharusnya saluran pencernaan kita sudah cukup kuat untuk mencernanya hingga bisa melewati usus halus.

Baca Juga:  Menelan Biji Jambu Menyebabkan Usus Buntu?

Hanya saja, dr. Ari menyebutkan bahwa ada kemungkinan penyebab dari hal ini adalah konsumsi seblak yang berlebihan, yang kurang higienis, atau yang kurang dikunyah dengan baik sebelum ditelan. Jika kita tidak mengunyah makanan dengan baik, ada kemungkinan makanan yang dikonsumsi kurang lancar dalam melewati saluran pencernaan dan memicu peradangan.