Vaping Sebagai Pengganti Rokok Saat Puasa, Lebih Sehatkah?

doktersehat vaping
photo credit: pexels.com

DokterSehat.Com – Merokok bisa merugikan kesehatan khususnya organ paru-paru. Semua orang sudah tahu itu sehingga mereka mengganti rokok elektrik atau vape yang tidak mengandung tar. Melakukan vaping dianggap cukup sehat karena asap yang keluar adalah uap yang wangi karena memiliki aroma-aroma tertentu seperti aroma buah atau aroma minuman seperti kopi.

Nah, karena beberapa orang menganggap vape ini aman dan bisa jadi alternatif merokok, para perokok jadi menggunakannya saat puasa. Hal ini dilakukan agar efek buruk dari rokok tidak terlalu memengaruhi tubuh sehingga puasa tetap berjalan dengan sempurna.

Vape saat puasa

Kita anggap aktivitas vaping dilakukan saat sahur dan berbuka puasa. Melakukan vaping saat siang hari sama halnya dengan membatalkan puasa. Meski vaping tidak sama dengan makanan, aktivitas ini memberikan rasa nikmat dan beberapa orang juga merasa kenyang karena efek dari nikotin yang masih ada dalam cairan yang digunakan.

Saat berbuka puasa atau sahur, vape tetap tidak dianjurkan untuk dilakukan. Rokok elektrik ini tetap mengandung nikotin yang cukup berbahaya. Jadi, kalau Anda melakukan vaping dengan dalih untuk menghindari rokok, apa yang Anda lakukan adalah sia-sia. Vaping tetaplah rokok.

Kalau Anda ingin memanfaatkan momen puasa untuk berhenti merokok, jangan lakukan vaping. Lebih baik berhenti perlahan-lahan dengan mengurangi rokok sampai tubuh beradaptasi dengan tidak adanya kandungan nikotin yang masuk. Kalau Anda merasa tidak nyaman karena tidak merokok coba makan sesuatu yang berasa mint atau lakukan aktivitas yang mengalihkan keinginan itu.

Bahaya vape yang besar untuk tubuh

Dilihat sekilas, vape memang tidak berbahaya. Asapnya pun tidak berbau bakar, tapi wangi dengan aroma tertentu seperti buah dan minuman. Beberapa orang mengoleksi cairan vape dengan rasa tertentu sehingga bisa dirokok setiap hari tanpa bosan dengan aroma yang dihasilkan.

Vape sama halnya dengan rokok pada umumnya. Rokok elektrik ini memiliki beberapa bahaya yang wajib diwaspadai. Berikut beberapa bahaya yang bisa Anda dapatkan.

  • Mengandung nikotin yang bisa memengaruhi kesehatan kardiovaskular mulai dari pembuluh darah dan juga jantung. Nikotin juga bisa membuat Anda ketagihan. Kalau ingin lepas dari vape, Anda harus berusaha kuat seperti saat ingin berhenti merokok.
  • Rokok elektrik menghasilkan radikal bebas. Cairan yang dibakar oleh rokok elektrik menjadi uap yang cukup berbahaya. Kalau cairan ini masuk ke dalam tubuh berturut-turut bisa menjadi zat karsinogenik yang memicu kanker. Jadi, vaping tetap bisa menghasilkan kanker paru-paru dan kanker lain di dalam tubuh.
  • Meningkatkan tekanan darah, pernapasan, dan denyut jantung dengan tidak normal.
  • Bisa memicu munculnya serangan asam, batu, dan sesak napas meski terjadi pada beberapa orang saja.

Cara menghentikan vaping

Kalau Anda benar-benar ingin berhenti merokok saat puasa dan seterusnya, hentikan aktivitas vaping perlahan-lahan. Untuk menghentikannya, coba lakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Coba tahan diri kalau sudah ingin melakukan vaping. Tahan sekuat tenaga hingga akhirnya tidak terkontrol lagi. Saat mulai vaping coba batasi cuma beberapa isap saja. Misal 1-2 kali saja. Jangan lakukan lebih dari itu.
  • Kurangi konsumsi vape perlahan-lahan, misal hari ini Anda mengisap 4 kali sampai tubuh merasa nyaman. Esok hari kurang lagi menjadi 2. Esok lagi atau dua hari kemudian, lakukan satu kali saja sampai tidak perlu melakukannya lagi.
  • Ganti dengan makanan dan minuman asli. Kalau suka vaping dengan rasa buah, coba ganti dengan buah asli. Misal rasa melon, ganti dengan konsumsi melon saat berbuka puasa atau sahur.

Nah, sudah siap berhenti vaping atau merokok?