Valentine, Jangan Makan Cokelat Terlalu Banyak

cokelat-dokrtersehat
Photo Credit: flickr.com

DokterSehat.Com– Tidak semua orang di Indonesia merayakan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Sebagian orang bahkan dengan tegas melarang perayaan hari ini karena dianggap bertentangan dengan norma-norma yang ada di masyarakat. Hanya saja, jika Anda merayakannya dengan pasangan atau keluarga terdekat, ada baiknya jangan terlalu banyak mengkonsumsi cokelat, makanan yang memang identik dengan perayaan Valentine, karena bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa tidak semua orang ternyata bisa mengkonsumsi cokelat. Bagi sebagian orang yang memiliki pencernaan yang cenderung lebih lambat, maka kandungan kakao di dalam cokelat yang cenderung sulit dicerna oleh tubuh akan menyebabkan masalah pencernaan. Di dalam saluran pencernaan kita, cokelat ternyata harus dicerna dengan semacam enzim khusus. Jika kita sembarangan mengkonsumsi cokelat dengan berlebihan dan tubuh tidak mampu memproduksi enzim khusus tersebut untuk mencernanya, maka perut akan terasa kurang nyaman atau bahkan mengalami mual-mual.

Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa makan cokelat bisa menurunkan stress dan depresi. Hanya saja, jika kita mengkonsumsinya dengan berlebihan, maka tubuh justru akan lebih rentan mengalami peradangan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar serotonin yang dikeluarkan tubuh yang justru menjadi pemicu peradangan, khususnya pada perut dan usus yang tentu membuatnya terasa lebih tidak nyaman. Memang, serotonin dikenal luas mampu memperbaiki suasana hati, namun, kadar serotonin yang berlebihan dalam tubuh justru bisa memberikan dampak negatif. Sebagai contoh, tingginya kadar hormon ini justru memberikan efek buruk bagi kesehatan mental dimana kita akan cenderung lebih mudah merasa cemas, gelisah, atau bahkan mudah tersinggung.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita tidak mengkonsumsi cokelat dengan berlebihan meskipun rasanya enak.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik