Vagina Juga Bisa Kena Sariawan, Ini Sebab dan Cara Mengatasinya

DokterSehat.Com – Pada umumnya sakit sariawan terjadi pada rongga mulut dan sekitarnya, jangan salah vagina pun bisa mengalami sariawan atau Sariawan pada vagina.

9

Sariawan atau stomatitis adalah reaksi radang berupa bercak atau luka terbuka pada lapisan epitel kulit. Selain muncul di rongga mulut, penyakit ini juga bisa hinggap di usus, dan di organ genital. Data di Amerika Serikat menyebutkan sariawan servik atau sariawan saluran rahim mencetus risiko infertilitas pada wanita hingga 17% dan saat ini, 11% perempuan usia 15-45 terjangkit sariawan serviks.

Penyebab terjadinya sariawan pada vagina ini 80-90% karena jamur candida, sebenarnya candida ini ada di dalam vagina namun selama jumlahnya tidak banyak, tidak akan menyebabkan masalah. Penyakit datang saat jumlah candida bertambah banyak dan tubuh tidak lagi mengontrolnya. Hal tersebut terjadi saat wanita jatuh sakit atau mengalami stres berat.

Kemungkinan seorang wanita terkena sariawan pada vagina ini meningkat ketika mereka mengonsumsi antibiotik atau menggunakan pil kontrasepsi yang mengandung estrogen, memakai alat kontrasepsi seperti diaphragms juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut. Wanita yang sedang hamil dan punya penyakit diabetes termasuk dalam deretan mereka yang berisiko tinggi mengalami sariawan vagina.

Sariawan vagina ini bukanlah penyakit seks yang menular. Gejala wanita yang mengalami masalah ini, seperti dijelaskan Dr Marie, adalah merasakan gatal di area intim, panas, seperti tersengat, kemerahan. Wanita yang merasakan sakit saat bercinta atau buang air kecil juga bisa menjadi tanda dia terkena sariawan vagina.

Bagaimana pengobatan penyakit ini? Dr Marie menyarankan segera periksakan diri ke dokter, dokter akan memberikan resep krim atau salep yang bisa mengatasi penyakit jamur tersebut. Saat digunakan salep atau krim itu bisa membuat Miss V terasa seperti terbakar atau iritasi. Ada juga obat oral yang bisa dikonsumsi. Apapun pilihannya, semuanya harus dengan rekomendasi dokter.

Baca Juga:  Mitos Wanita Berbulu Lebat Memiliki Gairah Besar Dalam Berhubungan Intim

Bagi wanita yang merasa belum terkena sariawan vagina ini, mencegah pastinya selalu lebih baik daripada mengobati. Agar tidak terkena sariawan pada area intim, pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya :

  • Gunakan underwear berbahan katun atau sutra, yang bisa menyerap keringat
    Hindari penggunaan bahan nylon dan satin yang tidak mudah menyerap keringat sehingga bisa menyebabkan vagina iritasi.
  • Cuci dan keringkan underwear dengan benar
    Jika underwear sudah tidak terasa nyaman saat digunakan karena basah oleh keringat atau cairan lainnya, sebaiknya segera ganti untuk mencegah munculnya jamur.
  • Hindari menggunakan deodorant spray untuk Miss V atau produk lainnya yang bisa meningkatkan risiko munculnya infeksi jamur di vagina.