Urtikaria atau Biduran

DokterSehat.Com – Biduran atau kaligata merupakan nama lain dari penyakit kulit urtikaria, dimana tanda kelainan kulitnya adalah timbul bentol-bentol kemerahan, sangat gatal dan sering disertai rasa tertusuk dan panas, dan dasar penyebabnya adalah Atopi.



Atopi adalah suatu keadaan/kelainan alergi yang sifatnya diturunkan dari dalam suatu keluarga dengan manifestasi penyakit seperti: dermatitis atopik (radang kulit yang sifatnya berulang-ulang, kelainan kulit ruam yang timbul pada tempat-tempat tertentu dengan tanda-tanda khas sesuai umur bayi, anak atau dewasa), urtikaria (biduran), asma, sering pilek dan bersin sampai hidung mampet, biasanya terdapat pula tanda dan gejala yang ada pada penderita tersebut yaitu:buras di wajah, lingkaran mata yang gelap, kulit kering dan wajah agak pucat.

Penyebab

Pada urtikaria akut (berlangsung beberapa jam hingga kurang dari 6 minggu), biasanya dapat diketahui penyebabnya dengan mengamati terjadinya urtikaria, sedangkan pada urtikaria kronis (berlangsung lebih 6 minggu walaupun udah diobati) dan berulang biasanya sulit diketahui penyebabnya.

Faktor Pencetus terjadinya urtikaria, antara lain: makanan tertentu, obat-obatan, bahan hirupan (inhalan), infeksi, gigitan serangga, faktor fisik, faktor cuaca (terutama dingin tapi bisa juga panas berkeringat), faktor genetik, bahan-bahan kontak (misalnya: arloji, ikat pinggang, karet sandal, karet celana dalam, dan lain-lain) dan faktor psikis.

Tanda-tanda

Gejala atau tanda-tanda urtikaria mudah dikenali, yakni bentol atau bercak meninggi pada kulit, berwarna merah dan berwarna keputihan jika ditekan, gatal, dengan berbagai variasi bentuk dan ukuran.

Penampakan urtikaria beragam, mulai yang ringan berupa bentol merah dan gatal hingga yang agak heboh yakni bengkak pada kelopak mata (bisa satu mata atau keduanya), bibir membengkak (tambah seksi kali ya), daun telinga menebal dan adakalanya disertai perut mulas serta rasa demam.

Baca Juga:  Kenali Tanda-Tanda Anak Hiperaktif!

Pengobatan

Pada prinsipnya penatalaksanaan terbaik pada urtikaria adalah menghindari faktor penyebabnya, namun pada kenyataannya tidaklah mudah. Lha gimana, wong tiba-tiba si bentol merah langsung muncul tanpa peringatan sehingga sulit mengamati faktor penyebabnya. Kadang penyebabnya dapat diketahui tapi sulit dihindari, misalnya cuaca dingin, debu rumah, dan lain-lain. Pada urtikaria akut dan ringan biasanya mudah disembuhkan tanpa atau dengan obat-obatan.

Obat-obat yang lazim digunakan, diantaranya :

  1. Antihistamin (H1) :
  • Diphenhydramine injeksi. Dosis dewasa: 10-20 mg per dosis, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari.
  • Hydroxyne HCl (bestalin). Dosis dewasa: 25 mg, diberikan 3-4 kali sehari, dosis anak: 0,5 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3 kali sehari.
  • Cetirizine 10 mg (cetymin, cirrus, estin, falergi, histrine, ryzen, dll), diminum 1×1 sehari.
  • Loratadine 10 mg (alernitis, anlos, clarihis, claritin, clatatin, inclarin, rahistin, dll), diminum1x1 sehari.
  • Mebhydrolin napadisylate 50 mg (interhistin, tralgi, zoline, dll), diminum 3×1 sehari.
  1. Kombinasi setroid dan antihistamin, misalnya: alegi, colergis, dextafen, exabetin, lorson, zestam, dan lain-lain), diminum 3×1 sehari.
  1. phedrin HCl, biasanya digunakan sebagai kombinasi atau sebagai pengganti injeksi adrenalin.
  1. Adrenalin injeksi, digunakan untuk kasus yang berat dan perlu penanganan segera. (dosis dewasa: 0,3-0,5 ml per dosis dan dapat diulang 15-30 menit; dosis anak: 0,1-0,3 ml setiap kali pemberian).