Untuk Memulihkan Trauma Tindakan Asusila, Wanita Ini Menggunakan Terapi Serigala

DokterSehat.Com – Sembilan tahun silam, Sarah Varley menjadi korban tindakan asusila yang membuat dirinya mengalami trauma luar biasa. Bahkan, hingga usianya kini 28 tahun, Ia masih kerap mengalami gangguan stress pasca-trauma. Gara-gara hal ini, Sarah bahkan mengembangkan fobia pada kuman pada saat usianya 21 tahun sehingga mengalami takut muntah dan makan dengan jumlah yang sangat sedikit. Alhasil, dalam waktu lima bulan saja, Ia menurunkan berat badan hingga 15 kg.



Setiap harinya, Sarah hanya mampu mengkonsumsi tiga butir kismis dan tiga butir kacang untuk sarapan pagi. Bahkan, Ia semakin kesulitan untuk menelan makanan apapun meskipun hanya beberapa gigitan atau suapan saja. Karena kondisinya semakin parah, Ia pun akhirnya mencoba untuk mengatasi fobia dan trauma yang menghinggapi tubuhnya ini.

Cara Sarah untuk memulihkan fobia dan trauma ini sangatlah tidak biasa. Bagaimana tidak, Ia justru memilih untuk bermain dengan binatang yang dikenal buas, yakni serigala. Menurut Sarah, teman-teman berbulunya inilah yang membantunya mengatasi trauma dan memberikan keberanian untuk hidup normal layaknya orang pada umumnya.

Sarah mulai berkenalan dengan serigala saat mengunjungi tempat perlindungan serigala milik sepupunya pada delapan tahun silam. Namun, semenjak tahun 2013 kemarinlah Ia lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan serigala-serigala tersebut karena memang membuatnya menjadi lebih tenang. Ia mengaku jika trauma karena tindakan asusila sembilan tahun lalu membuatnya takut akan berbagai hal. Namun, saat pertama kali bertemu dengan serigala, Ia merasa bahwa untuk pertama kalinya Ia berhenti merasa khawatir.

Sarah pun kembali ke California dengan kondisi yang sudah pulih dari trauma dan fobia yang bertahun-tahun membuatnya menderita. Namun, karena Ia sudah kadung jatuh cinta dengan serigala, Ia pun mengelola tempat perlindungan serigalanya sendiri agar Ia bisa lebih sering menikmati waktu untuk bermain dengan teman-teman berbulunya.