UNICEF: Ibu Menyusui Bisa Melakukai Brelfie Demi Mendukung Aktifitas Menyusui di Ruang Publik

DokterSehat.Com – Kampanye memberikan ASI eksklusif bagi anak ternyata digaungkan oleh berbagai pihak di seluruh dunia secara masif. Baru-baru ini, badan PBB untuk ibu dan anak, UNICEF bahkan mempromosikan program “brealfie” atau selfie yang dilakukan oleh ibu saat menyusui anaknya di tempat umum. Sebagaimana diketahui, karena dianggap kurang sopan, ibu cenderung kesulitan melakukan kegiatan menyusui di tempat umum karena minimnya tempat khusus yang diperuntukkan bagi ibu menyusui. Banyak diantara mereka yang bahkan harus menyusui bayi pada toilet hanya karena malu atau bahkan takut menyinggung beberapa orang yang menganggap kegiatan ini kurang sopan untuk dilakukan di kepentingan umum.

doktersehat-asi-ibu-menyusui

UNICEF menyadari kesulitan ini dan menganggap bahwa stigma ini sangatlah tidak adil mengingat menyusui adalah hal yang sangat alami dilakukan oleh setiap ibu dimanapun juga demi memberikan nutrisi maksimal bagi anaknya yang membutuhkan ASI untuk pertumbuhan dan kesehatan. Dengan mempromosikan brelfie yang merupakan singkatan dari breastfeeding selfie, stigma ini diharapkan bisa segera menghilang.

WHO yang diwakili oleh Fadela Chaib menyebutkan jika brealfie adalah bentuk dukungan bagi ibu agar mereka tidak perlu lagi takut dan sembunyi untuk menyusui bayi mereka dimanapun. Hal ini harus dianggap sebagai cara ibu untuk memastikan jaminan kesehatan buah hatinya yang merupakan hak asasi manusia yang harus dijamin.

Juru bicara UNICEF, Christophe Boulierac, menyebutkan jika kampanye ini juga dilakukan untuk menyambut Hari ASI Sedunia pada 1 Agustus mendatang dimana UNICEF berharap agar semua orang mengetahui pentingnya ASI bagi kesehatan anak dimanapun di seluruh dunia. Sebagai informasi, UNICEF menghimpun data mengejutkan jika 77 juta bayi yang terlahir di dunia, yang merupakan separuh dari total kelahiran di dunia, ternyata tidak mendapatkan ASI dalam kurun waktu 1 jam setelah bayi tersebut dilahirkan. Hal ini ternyata berpengaruh besar bagi pembentukan sistem kekebalan tubuh yang bisa melindungi bayi dari kematiand an berbagai penyakit. Selain itu, bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif juga akan memiliki resiko kematian 7 kali lebih besar jika dibandingkan dengan bayi yang rutin mendapatkan ASI.