Tuberkulosis (TBC) pada Anak – Gejala dan Penegakkan Diagnosis

DokterSehat.Com – Setiap hari, 200 anak meninggal karena tuberkulosis (TB). Padahal, TB adalah penyakit yang dapat dicegah dan dapat diobati. Sekitar setengah juta anak di dunia jatuh sakit karena TB setiap tahun dan berjuang dengan obat-obatan antituberkulosis di mana obat-obatan tersebut tidak bersahabat dengan anak-anak.



Bagaimana Anda Mendiagnosa TB pada Anak?

Mendiagnosis TB pada anak sulit karena anak-anak cenderung memiliki gejala yang tidak jelas dari TB, dan sampel seperti dahak lebih sulit untuk dikumpulkan dari anak-anak karena anak-anak belum mampu mengeluarkan dahak seperti orang dewasa. Bahkan ketika dahak dapat dikumpulkan, bakteri TB di dalamnya dalam jumlah sedikit (penyakit BTA-negatif paucibacillary).

Disarankan bahwa bukti dalam kategori berikut dikumpulkan dan dipertimbangkan dengan hati-hati sebelum keputusan diagnostik dibuat

  • Secara klinis, perlu dikumpulkan riwayat penyakit dengan cermat (termasuk kontak TB, gejala yang terkait TB), pemeriksaan fisik (termasuk pemeriksaan pertumbuhan), uji HIV (pada area dengan prevalensi HIV yang tinggi)
  • Secara non-mikrobiologikal, anak perlu diuji tes tuberkulin di kulit, dan pemeriksaan lain yang terkait dengan TB pulmoner atau TB ekstrapulmoner (contoh: pemeriksaan sinar-X)
  • Secara mikrobiologis, konfirmasi dengan pemeriksaan bakteriologi dilakukan jika memang dimungkinkan

Apa Gejala TB pada Anak?

Seperti orang dewasa ,gejala TB tergantung pada jenis TB yang anak memiliki serta usianya. Jenis yang paling umum dari penyakit TB pada anak adalah TB paru tetapi TB ekstra paru terjadi pada sekitar 20-30% dari semua kasus pada anak-anak. TB diseminata seperti TB meningitis terutama terjadi pada anak-anak berusia kurang dari 3 tahun. TB meningitis adalah bentuk TB yang membuat peradangan pada selaput otak. TB miliar adalah nama lain untuk TB diseminata.

Baca Juga:  Kanker Tiroid - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Bayi dan anak-anak berada pada risiko tertentu untuk menjadi parah, TB diseminata dan sering kali mematikan, yang dapat dilihat pada TB meningitis atau TB milier. Remaja berada pada risiko tertentu mengalami gejala seperti penderita dewasa (yaitu mereka sering sputum BTA positif dan sangat menular.

Pada anak-anak dengan TB paru gejala kronis yang paling umum adalah batuk kronis yang telah hadir selama lebih dari 21 hari, demam, dan penurunan berat badan atau gagal tumbuh.

Diagnosis TB dalam Praktek

Di Indonesia, pendekatan diagnosis TB pada anak menggunakan sistem skoring yang disusun Kementerian Kesehatan bersama dengan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Sistem skoring TB anak merupakan pembobotan terhadap gejala, tanda klinis, dan pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan di Sarana Pelayanan Terbatas. Masing-masing gejala sistem skoring harus dianalisis. Parameter skoring adalah sebagai berikut:

  • Kontak anak dengan penderita TB
  • Uji tuberkulin/mantoux
  • Berat badan/keadaan gizi anak
  • Demam yang tidak diketahui penyebabnya
  • Batuk kronik
  • Pembesaran kelenjar limfe ketiak, leher, dan inguinal (selangkangan)
  • Adanya pembengkakan tulang/sendi panggul, lutut, atau falang
  • Foto toraks