Tuberkulosis (TBC) pada Anak – Kendala dalam Mendiagnosis dan Cara Penularan pada Anak

Tuberkulosis adalah penyakit paru yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit pada anak pada umumnya disebabkan oleh lingkungan sekitar dan bisa ditularkan oleh orang tuanya secara tidak sadar, salah satunya adalah TB. Penyakit TB merupakan penyakit yang berbahaya tetapi terkadang penyakit ini sulit terindikasi karena perkembangan bakteri TB yang terhitung lambat.

doktersehat-tbc-pada-anak-batuk-tuberkulosis-tersedak

Mengapa TB Pada Anak Seringkali Tidak Terdiagnosis?
Ada berbagai alasan mengapa jumlah anak yang mendapatkan TB lebih sedikit dari jumlah pada kehidupan nyata, yaitu:

  • Kesulitan dengan akses untuk penegakkan diagnosis dan perawatan TB
  • Gejala klinis yang hampir sama dengan penyakit anak umum lainnya
  • Anak-anak dirawat karena TB luar program TB nasional (NTP)
  • Kurangnya pencatatan dan pelaporan kasus TB anak rutin berdasarkan usia dan hasil perawatannya oleh beberapa NTP.

Ketidakpastian diagnostik sangat umum pada anak-anak dirawat karena TB, hal ini dapat mengakibatkan overdiagnosis (diagnosis yang berlebihan) terutama untuk TB paru.

Banyak Program Tuberculosis Nasional (NTP) berkonsentrasi pada pelaporan jumlah orang dewasa yang telah diidentifikasi dan diobati yang memiliki TB BTA positif (dahak yang dicek menunjukkan bakteri TB), dan yang dianggap paling berpengaruh untuk penularan infeksi. Sedangkan pada anak-anak, bahkan jika anak-anak tersebut telah didiagnosa, dahaknya akan sering menunjukkan BTA negatif (tidak ada bakteri pada dahak), sehingga tidak akan disertakan dalam laporan kasus TB, padahal anak BTA negatif tersebut sebenarnya menderita TB.

Pada tahun 2006 NTP diminta oleh WHO untuk mencatat dan melaporkan TB pada anak-anak, membagi mereka menjadi dua kelompok umur (0-4) tahun dan (5-14) tahun.

Bagaimana Seorang Anak Mendapatkan TB?
Seorang anak mendapat TB di dasarnya dengan cara yang sama sebagai orang dewasa, yang dengan menghirup bakteri TB di udara sebagai hasil pelepasan bakteri dari bersin atau batuk seseorang dengan TB aktif. Sumber infeksi untuk anak-anak biasanya orang dewasa dalam rumah tangga mereka yang memiliki TB aktif, batuk dan infeksi, meskipun ada juga beberapa contoh anak-anak yang terinfeksi di tempat umum seperti sekolah.

Baca Juga:  Tuberkulosis (TBC) pada Anak - Pengobatan, Pencegahan, dan Tantangan di Masyarakat

Setelah bakteri TB dihirup, bakteri TB dapat mencapai paru-paru, di mana mereka dapat berkembang biak dan kemudian menyebar melalui pembuluh getah bening ke kelenjar getah bening di dekatnya. Respon imun anak kemudian berkembang dalam beberapa minggu setelah infeksi primer ini. Pada kebanyakan respon kekebalan tubuh anak menghentikan bakteri TB untuk berkembang biak lebih lanjut meskipun ada juga bakter yang terus menjadi aktif.

Namun dalam beberapa kasus respon kekebalan tubuh anak tidak cukup kuat untuk menghentikan multiplikasi bakteri, dan penyakit TBC kemudian berkembang. Risiko pengembangan penyakit TB terbesar adalah ketika anak berusia kurang dari empat tahun, dan pada tingkat lebih rendah ketika mereka berusia kurang dari sepuluh tahun. Ada juga risiko yang lebih besar untuk perkembangan TB pada anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh, misalnya karena mereka HIV positif.

Anak-anak yang mengidap penyakit TBC biasanya dapat langsung memberikan gejala dalam dua tahun pertama terinfeksi. Sejumlah kecil kasus pada anak-anak mengalami gejala di kemudian hari, baik karena aktivasi kembali dari bakteri TB berikut periode ketika bakteri TB telah aktif, atau sebagai akibat dari infeksi ulang.

Beberapa anak berada pada risiko lebih besar terkena TB daripada yang lain, termasuk:

  • Seorang anak yang tinggal di rumah yang sama dengan seseorang yang baru-baru ini didiagnosis dengan TB BTA positif
  • Seorang anak berusia kurang dari 5 tahun
  • Seorang anak dengan infeksi HIV
  • Seorang anak dengan gizi buruk.