Triamcinolone – Dosis, Indikasi, Peringatan

Nama: Triamcinolone
Nama dagang: kenalog IV, aristospan, trivaris
Kelas: kortikosteroid
Obat yang termasuk kelas kortikosteroid: betamethasone, corticotropin, cortisone, dexamethasone, hydrocortisone, metilprednisolon, prednisolon, prednison, triamcinolone
Sediaan:
Suspensi injeksi



  • 5mg/mL
  • 10mg/mL
  • 20mg/mL
  • 40mg/mL

Triamcinolone acetonide
Pengobatan untuk gangguan rematik atau artritis (radang sendi)

  • 60 mg IM setiap 6 minggu; dapat dilengkapi dengan tambahan 20-100 mg IM PRN
  • Intralesi injeksi (10 mg / mL suspensi): 1 mg per tempat suntikan 1 atau lebih kali seminggu; tidak melebihi 30 mg / hari
  • Intra-artikular / intrasynovial / jaringan lunak injeksi: sendi besar, 15-40 mg; sendi kecil / selubung tendon peradangan, 2,5-10 mg

Triamsinolon Hexacetonide
Pengobatan untuk gangguan rematik atau artritis (radang sendi)

  • Intralesi injeksi: 0,5 mg / ²; diulang bila perlu
  • injeksi Intra-artikular (20 mg / mL suspensi): 10-20 mg (sendi besar); 2-6 mg (sendi kecil); diulang setiap 3-4 minggu jika perlu

 
Pertimbangan dosis

  • Encerkan dengan anestesi lokal (lidokain 1% atau 2% tanpa paraben) sebelum suntikan intra-artikular atau injeksi intralesi
  • Encerkan dengan D5 / NS atau D10 / NS atau NS atau SWI sebelum injeksi intralesi
  • Hindari pengencer mengandung parabens atau fenol

Dosis dan Indikasi untuk ANak
triamcinolone acetonide
Pengobatan kondisi rematik

  • Dosis 0,11-1,6 mg / kg / hari IM dibagi setiap 3-4 jam
  • Usia 6-12 tahun: 0,03-0,2 mg / kg IM setiap 1-7 hari
  • Usia > 12 tahun: 60 mg IM setiap 6 minggu; dapat dilengkapi dengan tambahan 20-100 mg IM PRN
  • Usia > 12 tahun, intralesi injeksi (10 mg / mL suspensi): 1 mg per tempat suntikan 1 atau lebih kali seminggu; tidak melebihi 30 mg / hari

Efek Samping
Frekuensi Tidak Diketahui

  • jerawat
  • aritmia
  • pembesaran jantung
  • kolaps sirkulasi
  • supresi adrenal
  • anafilaksis
  • vaskulitis
  • Peningkatan tekanan intrakranial
  • tromboemboli
  • Euphoria
  • Arthragia
  • Stroke
  • Patah tulang/fraktur
  • kerusakan jaringan sendi
  • lesi lupus eritematosus
  • hipertrikosis
  • Katarak
  • penyembuhan luka tertunda
  • Diabetes mellitus
  • epistaksis
  • radang urat saraf
  • hirsutisme
  • nafsu makan meningkat
  • Gangguan pencernaan
  • Ruptur tendon
  • Insomnia
  • miopati
  • osteoporosis
  • Pseudotumor cerebri
  • psikosis
  • vertigo
Baca Juga:  Omeprazole - Peringatan Pemakaian (2)

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori C
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, gunakan dengan hati-hati.