Trauma, Dampak yang Dirasakan Mereka yang Menonton Konser Ariana Grande

DokterSehat.Com – Sebuah berita mengejutkan datang dari konser Ariana Grande yang diadakan di Manchester Arena, Inggris, Senin, 22 Mei 2017. Setelah konser usai, tiba-tiba saja terjadi ledakan di dekat pintu keluar, tempat dimana penonton konser berduyun-duyun akan pulang. Alhasil, puluhan orang meninggal dunia dan mengalami luka-luka akibat dari ledakan ini. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan bahwa meskipun lebih banyak penonton yang selamat, tetap saja mereka beresiko tinggi terkena trauma, terlebih, kebanyakan penonton ternyata adalah remaja wanita dan anak-anak.

doktersehat-Depresi-Postpartum-Baby-Blue-Syndrome-Skizofrenia

Dalam sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul Journal of Clinical Psychiatry, disebutkan bahwa saat anak-anak atau remaja mengalami atau melihat kejadian yang berat layaknya ledakan bom di konser Ariana Grande ini, besar kemungkinan mereka akan mengalami trauma. Jika tak diatasi dengan baik, dikhawatirkan mereka akan meningkatkan resiko depresi, khususnya saat mereka berusia dewasa atau menjelang fase menopause.

Penulis penelitian ini, C. Neill Epperson, menyebutkan bahwa meskipun para peneliti belum mengetahui bagaimana sebuah trauma di masa kecil bisa berpengaruh di usia tua, namun ada kemungkinan trauma ini bisa memicu stress yang berlebihan pada tubuh di usia muda dan hal ini bisa memicu peradangan atau respon hormon yang tidak sehat pada berbagai hal yang bisa memicu stress. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika stress pada usia dewasa atau tua bisa merembet pada masalah-masalah kesehatan yang lebih serius. Karena alasan inilah, ada baiknya keluarga dari anak-anak atau remaja yang sempat mengalami trauma harus memberikan pengobatan yang tepat agar trauma ini benar-benar hilang dan tidak berdampak buruk di kesehatanya dalam jangka panjang.

Pakar kesehatan sendiri menyebutkan bahwa ada beberapa cara untuk mengatasi trauma, baik itu dengan obat-obatan, olahraga, penataan diet sehat, hingga meditasi. Tak hanya itu, kini telah ada beberapa terapi khusus yang bisa mengatasi trauma sehingga tubuh akan memberikan respons yang tepat pada stress dan peradangan.