
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.
DokterSehat.com – Tahukah Anda bahwa tissue dan pembalut wanita disekitar kita ternyata juga bisa menyebabkan kanker? Dioksin, zat inilah yang menyebabkan kanker, terkadang ada pada tissue dan pembalut wanita biasa. Tidak semua tissue atau pembalut wanita mengandung dioksin, tapi jika Anda tidak waspada terhadapnya, ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan Anda.
Apa Itu Dioksin?
Dioksin adalah senyawa yang tergolong karsionogenik. Dampak keracunan dioksin untuk jangka panjang adalah kanker dan aterosklerosis sehingga menaikkan angka kematian sampai 46 % pada beberapa kasus. Karena sumber dioksin bisa dari berbagai materi yang ada di sekitar kita, maka dioksin menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, karena pengaruh negatifnya sudah dapat dicapai hanya pada dosis yang sangat rendah yaitu beberapa part per trillum dalam lemak tubuh kita.
Dioksin merupakan senyawa yang mampu mengacaukan sistem hormon, yaitu dengan cara bergabung dengan kaseptor hormon, sehingga mengubah fungsi dan mekanisme genetis dari sel, dan mengakibatkan pengaruh yang sangat luas, yaitu kanker, menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan sistem saraf, keguguran kandungan, dan dapat mengakibatkan cacat kelahiran (birth deformity).
Dioksin secara langsung mampu menurunkan sel B dan secara tidak langsung menurunkan jumlah sel T yang berperan dalam sistem imun. Karena mampu mengubah fungsi genetika sel, jadi dapat menyebabkan timbulnya penyakit genetis dan dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
Di Mana Saja Ada Dioksin?
Dioksin sangat jarang terdapat dalam alam, sebagian besar dioksin bersumber dari manusia. Sejarah mengapa dioksin mulai terakumulasi ke dalam lingkungan hidup yaitu ketika founder perusahaan Dow Chemical (Midland, Michigan) menemukan suatu cara membelah molekul garam dapur (NACl) sehingga pecah menjadi atom-atom natrium dan atom klorin.
Dengan demikian, hal itu menjadi tonggak sejarah pertama kali manusia mampu menghasilkan jumlah klorin bebas secara besar-besaran. Disebut klorin bebas karena tidak melekat pada senyawa atau atom lain. Pada awalnya, mereka kebingungan mau diapakan klorin bebas tersebut, yang merupakan limbah yang tidak tahu kegunaannya dan bersifat berbahaya.
Umumnya dioksin dihasilkan dari pembakaran sampah, hasil samping produk pestisida, pembakaran dari proses produksi baja atau proses kimia suatu produk yang menggunakan chlor sebagai pemutih seperti kertas, plastik, bahan T-shirt dan sebagainya.
Dioksin dikenal sebagai senyawa hidrofobik (tidak akur dengan air). Artinya bila dioksin berada di air, akan menghindari air dan mencari tempelan atau masuk ke dalam tubuh ikan. Demikian juga halnya mekanisme cara pencemaran pada binatang liar. Dioksin akan mencari binatang untuk ditempeli dan dimasuki. Yang sangat disayangkan, manusia tidak memiliki piranti dan mekanisme yang mampu memusnahkan dioksin di dalam tubuhnya dan membiarkan saja pecah sendiri menurut waktu paruh pemecahan secara alamiah (chemical half time).
Dari hasil evaluasi EPA (1994), telah dikonfirmasikan bahwa dioksin merupakan senyawa organik yang paling beracun yang manusia pernah ketahui, pengaruhnya sangat negatif terhadap risiko kesehatan, bahkan dengan dosis yang sangat kecil yaitu 10-15 ppt (part per trillion), yang terakumulasi selama hidup. Berdasarkan hal tersebut, EPA menetapkan ambang batas dioksin yang diizinkan dalam tubuh manusia adalah sekitar 0,006 pikogram (seper juta-juta gram) per kilogram berat badan, atau sekitar 0,40 pikogram untuk seorang dewasa. Sedangkan dosis yang dapat dipakai acuan adalah ADI (Acceptable Daily Intake) dari WHO yaitu 1-10 pg/kg/hari.
Zat Dioksin juga termasuk hasil sampingan dari proses pemutihan (bleaching) yang digunakan pada pabrik kertas, termasuk pabrik pembalut wanita, tissue, sanitary pad dan diaper (pembalut untuk anak-anak).
Bahan Baku Pembalut Biasa
Hal ini semakin menjadi-jadi karena pembalut wanita adalah produk sekali pakai. karena itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp, menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya. Bahan bakunya mulai dan kertas koran, kardus, karton bekas, penuh dengan bakteri dan kuman-kuman, serta bermacam pewarna sintetis, dan berbau.
Dalam proses daur ulang, banyak zat kimia digunakan untuk proses pemutihan kembali. Zat kimia juga digunakan untuk proses sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas serta pembuangan bau.
Cara Menguji Pembalut Berdioksin
Meski belum ada data yang akurat mengenai pembalut berdioksin, namun para wanita diminta waspada jika mau mencegah diri tidak terkena kanker serviks.
Untuk mengetes apakah pembalut wanita itu berdioksin atau tidak cukup mudah. Lapisan dalam pembalut (seperti kapas) dibuka kemudian dimasukan dalam air. Satu jam kemudian perhatikan, lapisan dalam tersebut pasti akan hancur jika terbuat dari kertas daur ulang, tapi jika air rendamannya jadi sangat keruh keputihan, itu artinya pembalut Anda tidak aman karena mengandung dioksin atau zat pemutih yang banyak. Tapi bagaimana jika hancur tapi air tidak keruh? Dalam hal ini bisa dikatakan pembalut Anda masih juga kurang aman karena jika hancur sudah berarti berbahan dasar kertas daur ulang. Kita tidak bisa memprediksi seberapa besar kadar dioksinnya, karena pengetesan ini sekedar pengetesan yang sederhana tanpa bantuan alat lab yang canggih. Tapi selebihnya, jika tidak hancur, pembalut itu aman dipakai.
Memang tidak banyak wanita yang tahu mengenai hal ini. Mereka hanya tahu lebih praktis menggunakan pembalut saat menstruasi dibandingkan menggunakan kain yang bisa dicuci ulang seperti yang dilakukan wanita jaman dulu.
Biasanya pembalut itu dibuat dari campuran kardus bekas, diberi pemutih dan bahan kimia lainnya. Ini berbahaya buat organ intim seorang wanita. Begitu pula dengan pantyliner juga harus dicek sendiri. Oleh karena itu, wajar bila wanita saat ini sering terkena penyakit yang sangat ganas, yaitu kanker rahim, kanker payu dara, kista, dan myom. Akibat penyakit di atas saat usia muda rahim sudah diangkat, sehingga tidak memiliki anak.
Terus bagaimana dengan tissue yang berdioksin? Apakah cara pengujiannya sama? Ya sama. Tapi yang berbeda adalah tissue sudah pasti akan hancur karena bahannya memang dari kertas. Tapi hancur ketika direndam bukan berarti berdioksin. Tissue dianggap pasti berbahaya yaitu ketika direndam selama satu jam, ia kemudian membuat air rendamannya jadi keruh keputihan. Ini berarti kadar dioksin atau pemutihnya tinggi.
Tapi bukan berati tissue Anda bebas dioksin atau aman ketika tidak membuat air rendaman jadi keruh. Supaya aman, jangan biasakan sering menaruh tissue utk menyumbat hidung Anda pada saat pilek, memakainya untuk kompres, dan tindakan lainnya yang menaruh tissue berlama-lama pada bagian wajah atau kulit Anda. Karena kita tidak tahu seberapa aman tissue tersebut bagi kita dan tidak bisa diketahui secara pasti apakah tissue tersebut dari kertas daur ulang atau tidak.
sumber: suarasurabaya.net
Tissue dan Pembalut Dapat Menyebabkan Kanker,
Saya share info nih..
Pembalut di pasaran itu, kebykkan wanita gk perhatiin, cuma pakai saja. Padahal kalo sadar, ada komposisi pembalutnya yaitu PULP (serbuk kayu) yg berbahaya utk organ intim wanita, serta tdk higienis, mengandung bahan pemutih dan kertas daur ulang.
Saya referensiin NATESH pembalut & pantyliner sehat, satu satunya yg pny Nano Silver utk bunuh bakteri, jamur, parasit. Selain itu ada Herbal, Anion, FIR utk kesehatan tubuh. Daya serapnya 3-5x dari pembalut biasa. Bener bener Higienis.
Mau info lebih lengkap, hub saya di 0817 497 1103 (fanny-Distributor Natesh)
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
@fany –
Saya share info nih..
Pembalut di pasaran itu, kebykkan wanita gk perhatiin, cuma pakai saja. Padahal kalo sadar, ada komposisi pembalutnya yaitu PULP (serbuk kayu) yg berbahaya utk organ intim wanita, serta tdk higienis, mengandung bahan pemutih dan kertas daur ulang.
Saya referensiin NATESH pembalut & pantyliner sehat, satu satunya yg pny Nano Silver utk bunuh bakteri, jamur, parasit. Selain itu ada Herbal, Anion, FIR utk kesehatan tubuh. Daya serapnya 3-5x dari pembalut biasa. Bener bener Higienis.
Mau info lebih lengkap, hub saya di 0817 497 1103 (fanny-Distributor Natesh)
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
@Intan -
Saya share info nih..
Pembalut di pasaran itu, kebykkan wanita gk perhatiin, cuma pakai saja. Padahal kalo sadar, ada komposisi pembalutnya yaitu PULP (serbuk kayu) yg berbahaya utk organ intim wanita, serta tdk higienis, mengandung bahan pemutih dan kertas daur ulang.
Saya referensiin NATESH pembalut & pantyliner sehat, satu satunya yg pny Nano Silver utk bunuh bakteri, jamur, parasit. Selain itu ada Herbal, Anion, FIR utk kesehatan tubuh. Daya serapnya 3-5x dari pembalut biasa. Bener bener Higienis.
Mau info lebih lengkap, hub saya di 0817 497 1103 (fanny-Distributor Natesh)
Setuju atau Tidak Setuju:
0
2
@hana –
Mau sehat memang mahal…
tapi kalo sakit…. lebih mahal lagi
lebih banyak ruginya
dana, waktu, perasaan…. dsb
Setuju atau Tidak Setuju:
2
0
@ummi afla –
aku lebih prefer produk anion….
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
terimakasih infonya..
sangat membantu dan membuka wawasan lebih luas…
saya kutip dan rangkum di blog saya
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Terimakasih kembali, Semoga bermanfaat
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
ikut share bos
meskipun saya pria, saya juga perduli thd kesehatan kaum wanita karena ibu & istri saya adlh kaum wanita
saya lebih memilih pembalut avail, karena dibuat dari kapas murni sehingga tidak mengandung dioksin , avail juga mengandung 17 macam herbal yang bermanfaat bagi kesehatan “mahkota” kaum wanita.
selain itu avail juga bisa mjd solusi bagi masalah keuangan bg kita
info lbh lanjut hub: 0858 6686 2041 (andy)
(sms available)
Setuju atau Tidak Setuju:
2
0
ikut share bos
meskipun saya pria, saya juga perduli thd kesehatan kaum wanita karena ibu & istri saya adlh kaum wanita
saya lebih memilih pembalut avail, karena dibuat dari kapas murni sehingga tidak mengandung dioksin , avail juga mengandung 17 macam herbal yang bermanfaat bagi kesehatan “mahkota” kaum wanita.
selain itu avail juga bisa mjd solusi bagi masalah keuangan bg kita semua
info lbh lanjut hub: 0858 6686 2041 (andy)
(sms available)
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
Saya juga setuju dengan pembalut avail,krn saya sllu pake avail sehari2 maupun sedang menstruasi,aman,dan wangi herbal ???î,selain itu juga hemat,jadi bisa hemat dan sehat dalam satu paket
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Saya juga setuju dengan pembalut avail,krn saya sllu pake avail sehari2 maupun sedang menstruasi,aman,dan wangi herbal ???î,selain itu juga hemat,jadi bisa hemat dan sehat dalam satu paket
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
Saya juga setuju dengan pembalut avail,krn saya sllu pake avail sehari2 maupun sedang menstruasi,aman,dan wangi herbal ???î,selain itu juga hemat,jadi bisa hemat dan sehat dalam satu paket
Setuju atau Tidak Setuju:
1
0
Sampai sekarang produk yang dikatakan berbahaya itu (tissu & pembalut) masih beredar di masyarakat. informasi ini tentu membuat saya harus lebih berhati-hati lagi. Bagaimana dengan Pemerintah? Dalam hal ini BPOM dan Departemen Perdagangan? Kalau memang terbukti jika produk tsb benar hasil daur ulang bahan limbah berbahaya serta dalam prosesnya menggunakan bahan kimia -yang juga dikatakan-berbahaya, mengapa tidak (belum) ada tindakan penyetopan produksi dan penarikan produk dari peredaran. terus terang, saya jadi kuatir. terima kasih atas dimuatnya artikel diatas.
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0
uraian artikel ini sangat bagus dan manfaat buat kita semua , terutama buat kaum hawa semuanya, terkadang pengetahuan kita kurang dan dimanfaatkan pasar dengan promosi gencar , pilhlah pembalut wanita sehat dan aman . baik Natesh,atau avail sama saja baik, yang penting ibu, saudara dan teman wanita kita semua sehat. Kalau saya kasih untuk ibu, istri, saudara dan anak saya pakai NATESH karna di proses dgn teknolgi tinggi dan harga terjangkau. mau lebih tahu natesh kunjungi website ini obatherbal21DOTcom. makasih ya doktersehatDOTcom sudah berbagi ilmu yang bermanfaat.
salam sehat untuk semuanya. Kang ASep Bandung
Setuju atau Tidak Setuju:
0
0