Sering Salah, Ini 4 Cara Mudah Konsumsi Kecap yang Sehat!

doktersehat-kecap-bumbu
Photo Credit: Flickr.com/palindrome6996

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering menambahkan kecap pada makanan atau jajanan yang akan Anda konsumsi?

Ya, kecap memang telah menjadi salah satu bumbu pendamping makanan yang mirip dengan sambal atau saus. Tak jarang, kecap juga menjadi salah satu bumbu utama dalam berbagai jenis masakan.

Kecap yang memiliki rasa manis dan nikmat ini, memang cocok ditambahkan pada berbagai jenis masakan dan jajanan. Mulai dari masakan semur, ditambahkan pada bakso, siomay atau jajanan lainnya.

doktersehat-pengganti-kecap-manis
Photo Credit: Flickr.com/OiMax

Tidak heran bahwa kecap kerap menjadi sangat mudah diperoleh dan disediakan di banyak tempat makan dan tersedia di rumah.

Alasan kecap harus dibatasi konsumsinya

Sayangnya, meskipun memiliki rasa yang nikmat, mengonsumsi kecap tidak boleh dilakukan dengan asal dan berlebihan, mengapa?

Kecap merupakan bahan makanan hasil fermentasi. Meskipun terbuat dari bahan makanan alami yang banyak mengandung protein nabati dan fitonutrein yang penting untuk tubuh, kecap juga memiliki bahan tambahan lain yang bisa berhaya untuk kesehatan.

Beberapa kandungan zat pada kecap yang harus dibatasi asupannya oleh tubuh, antara lain:

  • Kecap memiliki kandungan natrium yang tinggi
    Hasil dari proses fermentasi, dan tambahan bahan makanan buatan pada kecap kemasan, membuat kecap jadi memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi.Hal ini membuat kecap bisa berkontribusi pada peningkatan kadar natrium atau tekanan darah tubuh.Kondisi ini biasanya tidak disadari, karena biasanya makanan yang harus dihindari oleh penderita darah tinggi adalah makanan yang asin, sedangkan kecap cenderung memiliki rasa yang manis.
  • Kecap bisa mengandung banyak gula
    Kecap pada umumnya juga memiliki atau ditambahkan gula, ditunjukkan dengan rasanya yang cenderung sangat manis. Hal ini tentu membuat konsumsi kecap yang berlebihan bisa berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah.

Lantas, bagaimana cara sehat saat mengonsumsi kecap?

Agar kita bisa terhindar dari bahaya saat mengonsumsi kecap, beberapa cara yang bisa kita lakukan, adalah:

1. Memilih jenis kecap yang rendah natrium

Ingin mengonsumsi kecap dengan versi yang lebih sehat? Pilih jenis kecap yang memiliki kandungan natrium, atau sodium, yang rendah.

Kini jenis kecap yang rendah natrium sudah cukup mudah kita peroleh di pasaran. Hal ini bisa menjadi langkah awal yang cukup efektif untuk mengurangi bahaya akibat konsumsi kecap yang berlebihan.

Akan tetapi, meskipun Anda sudah memilih jenis kecap yang rendah natrium, tetap perhatikan porsi dan frekuensi saat mengonsumsinya, ya.

2. Membatasi porsi konsumsi kecap

Selain jenis kecap yang rendah natrium, tetap batasi konsumsi kecap harian.

Perlu diketahui, 3 sendok makan kecap manis biasa, memiliki kandungan natrium yang tinggi dan sudah memenuhi kebutuhan natrium harian orang dewasa.

doktersehat-sendok-untuk-cek-kesehatan
Photo Credit: Michelle Tribe

Untuk itu, ada baiknya Anda membatasi konsumsi kecap, baik kecap biasa maupun kecap rendah natrium, paling banyak 2 sendok makan dalam sehari.

3. Tidak mengonsumsi kecap terlalu sering

Agar tidak berlebihan, usahakan untuk tetap mengontrol frekuensi Anda mengonsumsi kecap. Seperti yang telah disebutkan, usahakan konsumsi kecap paling banyak 2 sendok makan dalam satu hari.

Akan lebih baik jika Anda hanya mengonsumsi porsi tersebut dengan jeda waktu yang cukup jarang atau seperlunya, saja ya.

4. Mencoba mengombinasikan kecap dengan bumbu lain

Batasan konsumsi kecap yang terbatas membuat Anda tidak bisa bereksplorasi dengan bumbu masakan? Tenang, Anda tetap bisa merasakan nikmatnya bumbu masakan meski dengan jatah 2 sendok makan kecap, kok.

bumbu-dapur-untuk-rambut-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

Caranya, kombinasikan kecap dengan bumbu alami lain, misalnya saus tomat alami, bumbu rempah, bawang atau perasan jeruk, oleskan sebagai bumbu untuk daging bakar atau jadikan bumbu masakan berkuah. Masakan Anda tentu tetap nikmat dan menyehatkan, bukan?