Tips Super Sehat dan Bergizi bagi Bumil saat Puasa

doktersehat-tips-gizi-bumil-puasa

DokterSehat.Com– Berpuasa saat hamil tentu tidak boleh dilakukan dengan asal ya. Agar bumil tetap sehat, yuk perhatikan apa saja sih tips puasa bergizi untuk bumil.

Ada berbagai hal yang harus diperhatikan, mulai dari usia kehamilan, berat badan peningkatan bumil, kebutuhan gizi hingga kondisi kesehatan secara umum.

Beberapa poin terkait gizi yang perlu diperhatikan bumil saat puasa adalah:

1. Perhatikan kebutuhan gizi dan kalori bumil saat puasa

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2013, secara umum bumil membutuhkan 2500 kkal dengan pembagian kebutuhan gizi yang seimbang. Hal ini perlu diperhatikan karena bumil harus memenuhi kebutuhan gizinya dengan pembagian makan yang tepat dan harus terpenuhi saat buka puasa hingga sahur.

Sehingga bumil tidak boleh sampai kekurangan asupan gizi karena akan berisiko pada tumbuh kembang janin. Selalu pilih makanan segar yang kaya gizi yaitu sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati serta buah dan sayur.

Hindari berbuka atau sahur dengan makanan yang miskin gizi yaitu makanan yang hanya tinggi kalori, gula dan lemak saja ya.

2. Konsumsi suplemen untuk bumil puasa, yaitu asam folat dan zat besi

Seorang pakar kesehatan dan kandungan menyebutkan bahwa penggunaan suplemen asam folat, zat besi dan kalsium sangatlah penting untuk bumil yang sedang puasa.

Konsumsi suplemen bagi bumil akan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian selama kehamilan sehingga tumbuh kembang janin tetap optimal.

3. Perhatikan konsumsi cairan bumil saat puasa

Kebutuhan cairan yang meningkat saat hamil harus tetap terpenuhi selama puasa. Pastikan bumil mengonsumsi lebih dari 2 liter dengan pembagian yang tepat saat buka, setelah buka, setelah tarawih, menjelang tidur dan saat sahur.

Kebutuhan gizi puasa berdasarkan trimester kehamilan

Selain ketiga poin penting di atas, bumil juga perlu memerhatikan poin penting puasa berdasarkan usia kehamilan bumil.

Hal ini dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan usia trimester kandungan, karena kebutuhan gizi bumil berbeda di tiap trimesternya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan berdasarkan trimester kehamilan bumil adalah:

  • Bumil trimester pertama yang mual muntah tidak dianjurkan untuk puasa

    Kondisi mual muntah pada masa awal kehamilan, sedikit banyak akan menyebabkan asupan gizi, utamanya zat gizi mikro, dalam tubuh bumil berkurang.

    Hal ini yang menyebabkan bumil pada trimester pertama tidak dianjurkan melakukan puasa jika kondisi mual muntah cukup parah.

    Kondisi ini akan berpengaruh pada tumbuh kembang janin dimana pada trimester awal organ vital janin, yaitu otak, sum-sum tulang belakang dan saraf mulai terbentuk.

    Asupan gizi yang tidak tercukupi karena mual muntah dan puasa akan mengganggu proses tumbuh kembang janin serta berat badan ibu dan janin berisiko tidak naik.

  • Untuk memenuhi kebutuhannya perhatikan agar bumil pada trimester satu mencukupi gizi yang penting pada trimester satu, ya.

  • Bumil trimester dua boleh puasa asalkan tidak mual muntah dan berat badan naik bertahap
    Pada trimester dua umumnya bumil lebih stabil dan kondisi mual muntah mulai berkurang.

    Selama kenaikan berat badan bisa dipertahankan dan semakin ditingkatkan maka bumil pada trimester dua diperbolehkan melakukan puasa.

    Namun bumil pada trimester dua harus memerhatikan jenis gizi yang penting pada trimester dua dan jangan lupa untuk memerhatikan tiga poin terkait gizi di atas, ya.

  • Bumil trimester tiga dianjurkan berpuasa jika kondisi kesehatan tubuhnya optimal
    Selama bumil yang telah memasuki trimester tiga tidak mengalami hipertensi, diabetes gestasional, anemia dan berat badan ibu dan janin sudah sesuai usia kehamilan maka bumil boleh melakukan puasa.

    Agar kesehatan kehamilan bumil selama trimester tiga tetap optimal, selalu penuhi kebutuhan gizi penting pada trimester tiga, ya.

Nah, itu dia tips sehat dan bergizi bagi bumil dalam berpuasa. Dengan memerhatikan tips di atas tumbuh kembang janin tetap terdukung dan bumil bisa melakukan puasa dengan sehat dan optimal, ‘kan?