Kiat Menjalankan Puasa Bagi Ibu Menyusui

Doktersehat - Menyusui
Photo Credit: Flickr.com/Joel Camí

DokterSehat.Com– Saat bulan Ramadan tiba, salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh umat Muslim adalah menjalankan puasa. Bagi seseorang yang memiliki masalah kesehatan khusus, menjalankan puasa tidaklah mudah.

Selain masalah kesehatan, puasa juga akan lebih berat dilalui ketika ibu sedang menyusui. Lantas, apakah puasa bagi ibu yang sedang menyusui aman bagi ibu maupun bayi yang sedang menyusui?

Pada dasarnya, puasa tidak akan mengganggu produksi ASI. Tubuh Anda dapat tetap memproduksi ASI dengan jumlah dan kualitas yang sama seperti saat Anda sedang tidak berpuasa. Bahkan, saat Anda kekurangan kalori di hari-hari biasa saat sedang tidak puasa, hal itu juga tidak banyak memengaruhi produksi ASI.

Bagaimanapun keadaan tubuh Anda, tubuh akan terus memproduksi ASI sebagai makanan untuk bayi. Tubuh mampu menyesuaikan keadaan dengan mengubah kalori untuk menjaga kualitas dan kuantitas ASI sekalipun Anda dalam keadaan lapar. Apabila puasa membuat asupan nutrisi menjadi berkurang dari biasanya, tentu hal ini adalah sesuatu yang kurang baik.

Lantas, apakah menyusui saat puasa memengaruhi kondisi bayi?

Hal yang terpenting, bayi Anda tetap menyusui dengan baik. Semakin sering bayi menyusu, semakin bisa ia mencukupi kebutuhannya, dan semakin lancar juga produksi ASI Anda. Ini merupakan siklus yang saling menguntungkan antara ibu dengan bayi.

Kuantitas dan kualitas ASI juga tidak terpengaruh dengan seberapa banyak makanan yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, menyusui saat puasa tentu tidak akan memengaruhi kesehatan bayi Anda.

Bayi tetap bisa memeroleh semua nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh kembangnya. Selain itu, berat badan bayi juga tidak terpengaruh oleh kondisi ibu yang berpuasa selama menyusui.

Sebuah penelitian mengungkapkan, tubuh ibu menyusui mampu mengatasi puasa dengan baik. Para peneliti telah membandingkan kesehatan ibu menyusui yang berpuasa dengan ibu menyusui yang tidak berpuasa. Hasilnya, keseimbangan kimia di dalam darah kedua partisipan berfungsi sama baiknya.

Seperti diketahui, saat berpuasa tubuh akan mengambil cadangan lemak jika jumlah lemak dari makanan tidak cukup untuk memproduksi ASI. Oleh karena itu, tetap perhatikan makanan apa saja yang Anda konsumsi saat puasa.

Adakah risiko bagi ibu yang sedang menyusui?

Jika Anda merasa sangat haus, tinja yang berwarna gelap, merasa pusing, mulut, bibir dan mata kering, maka Anda harus berbuka segera dengan air. Anda juga bisa menambahkan gula dan garam di air yang Anda minum. Jika dalam setengah jam kondisi Anda tidak kunjung membaik, segera dapatkan bantuan dari profesional kesehatan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kadar beberapa nutrisi dalam ASI (zinc, magnesium dan potasium) menurun saat ibu menyusui di masa puasa. Karenanya, beberapa ahli kesehatan merekomendasikan bahwa ibu menyusui bisa mengonsumsi suplemen harian yang mengandung 10 mikrogram (mcg) vitamin D.

Sementara itu, jika Anda mengalami penurunan berat badan antara 0,5 kg (1 lb) dan 1 kg (2 lb) per minggu, jangan khawatir karena hal itu tidak akan memengaruhi kesehatan Anda atau memengaruhi produksi ASI. Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda merasa berat badan Anda turun lebih cepat dari ini.

Selain makanan, yang juga harus Anda perhatikan saat menjalani puasa adalah asupan cairan. Ini penting karena ibu menyusui mengeluarkan lebih banyak cairan, sehingga akan lebih cepat merasa haus saat puasa.

Kekurangan cairan saat puasa dapat menyebabkan ibu menyusui mengalami dehidrasi dan ini bisa berdampak buruk pada produksi ASI. Ibu menyusui harus minum setidaknya 8 gelas sehari serta mengurangi aktivitas di luar ruangan agar cairan tubuh bisa terpenuhi.

Tips Menyusui Saat Berpuasa

Berikut panduan puasa bagi ibu menyusui:

  • Jaga tubuh tetap terhidrasi

Dehidrasi saat menyusui bisa berbahaya. Jika ibu menyusui mengalami gejala dehidrasi, seperti merasa haus, pusing, lemas, lelah, mulut kering dan lainnya, disarankan segera membatalkan puasa dengan mengonsumsi air atau cairan yang mengandung elektrolit untuk merehidrasi tubuh.

  • Asupan penting saat sahur

Penting bagi Anda untuk memperhatikan apa saja yang baik Anda konsumsi saat sahur. Makanan dan cairan yang Anda konsumsi saat sahur merupakan cadangan nutrisi dan kalori selama menjalankan puasa. Adapun pilihan makanan yang baik untuk ibu menyusui antara lain adalah brokoli, bayam, katuk, telur, ikan salmon, daging tanpa lemak, dan kacang merah.

  • Pompa susu di malam hari

Produksi ASI mungkin akan berkurang pada siang hari. Oleh karena itu, manfaatkan malam hari untuk memompa ASI dan menyusui semaksimal mungkin. Sementara itu, stok ASI perah dapat digunakan pada siang harinya.

Terakhir, yang harus menjadi catatan ketika Anda memutuskan berpuasa sambil menyusui adalah apakah anak Anda masih berusia di bawah 6 bulan atau sedang membutuhkan ASI eksklusif. Apabila ibu menyusui tetap bekerja, usahakan memerah ASI untuk cadangan makanan sang bayi. Jika ragu, Anda bisa bertanya pada dokter sebelum memutuskan ikut berpuasa.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik