Tips Menjaga Kehamilan Usia Muda

doktersehat miom bisa hamil
Photo credit: pexels.com

DokterSehat.Com– Tiga bulan pertama masa kehamilan adalah masa yang kritis, perlu perawatan ekstra untuk menjaga janin sehat dan tidak terjadi keguguran. Ahli kesehatan dr. Rifsia Ajani mengingatkan, pada periode tiga bulan awal (trimester pertama), ibu hamil harus menjaga asupan makanan guna menjaga janin dari cacat lahir. Untuk itu, sebaiknya mengonsumsi asam folat 400 mg setiap hari selama 12 minggu untuk menjaga kesehatan bayi.

Asam folat merupakan vitamin B yang larut dalam air, banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap, misalnya bayam, kangkung, sawi, atau brokoli. Ibu hamil dilarang keras makan ikan mentah, seperti sushi dan sashimi.

Bagaimana behubungan seks saat hamil muda?

Menurut dokter Rifsia, hubungan seks saat hamil boleh saja dilakukan. Dengan catatan, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tidak dilakukan sesering biasanya. Dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan posisinya agar tidak menindih perut, lantaran rahim masih lemah di usia kehamilan muda. Tidak kalah penting adalah perlunya dilakukan koitus interuptus, yaitu ejakulasi sperma di luar vagina. Sebab sperma mengandung prostaglandin yaitu zat yang bisa merangsang kontraksi uterus, sehingga bisa menyebabkan keguguran.

Hal yang Harus Dihindari Saat Hamil Muda

Berikut hal yang tidak boleh dilakukan saat hamil muda, demi keselamatan dan kesehatan bayi Anda.

1. Menghindari aktivitas yang berat

Pada awal kehamilan, secara umum wanita sangat mudah lelah bahkan ada sebagian yang sampai pingsan karena tekanan darah yang rendah. Oleh karena itu, jangan paksakan diri melakukan pekerjaan yang berat.

Jangan berdiri terlalu lama dan jangan pula duduk terlampau lama. Usahakan istirahat yang cukup. Namun jangan juga terlalu lama berdiam diri sebab akan membuat badan Anda justru semakin tidak enak.

2. Hindari rokok dan alkohol

Alkohol dan rokok bisa menganggu dan menghambat perkembangan janin Anda. Jika sang ibu perokok, maka risiko bayi terlahir tidak sempurna akan semakin besar.

3. Hindari asupan kafein

Kafein juga sangat dianjurkan untuk dihindari, sebab bisa memengaruhi jumlah zat besi di dalam darah. Hal ini akan memperparah gejala anemia yang lazim diderita wanita yang sedang hamil. Jadi, sebaiknya aibu hamil cermat memilik minuman yang tidak mengandung kafein.

4. Makanan mentah dan yang digoreng

Jangan makanan mentah dan makanan yang digoreng, juga jangan makan daging mentah dan susu yang tidak dipasteurisasi. Makanan demikian mungkin mengandung mikroba berbahaya yang dapat memengaruhi kesehatan Anda dan janin. Makanan semacam itu juga berkontribusi terhadap penambahan berat badan yang berlebihan.

5. Obat-obatan

Jangan minum obat tanpa berkonsultasi dengan praktisi kesehatan. Obat-obatan tertentu mungkin memiliki dosis khusus dan tidak boleh diperoleh secara bebas.

Jangan memakai stiletto dan pilih sepatu hak yang tiga inci atau kurang, seperti wedges, sepatu platform, dan kitten heels. Tumit bisa membuat Anda tidak nyaman saat pusat gravitasi tubuh berubah. Lebih baik ibu hamil menggunakan sandal jepit karena pergelangan kaki yang bengkak.

6. Jangan mudah terpengaruh informasi

Jangan terbawa oleh informasi kontradiktif yang diberikan dalam buku, majalah, dan media online. Percayai naluri Anda dan ketika ragu, berbicaralah dengan praktisi Anda.

7. Hindari kontak dengan binatang reptil

Jangan kontak dengan reptil seperti kadal, kura-kura, iguana, dan ular. Kotoran mereka menularkan virus salmonella ke dalam sistem tubuh dan bisa berbahaya.

8. Hindari gigitan kutu

Pastikan tidak ada kutu karena gigitan mereka dapat menyebabkan penyakit Lyme. Efeknya termasuk perubahan warna gigi permanen pada wanita hamil dan deformasi tulang pada janin.

9. Hindari vitamin A

Hindari suplemen vitamin A kecuali disarankan oleh praktisi kesehatan Anda. Memiliki vitamin A yang berlebihan dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.

10. Hindari radiasi

Hindari terminal tampilan video (VDTs), radio, saluran listrik tegangan tinggi, transmisi telegraf, dan berbagai peralatan dan peralatan komunikasi umum lainnya. Ini memancarkan radiasi non-pengion yang berbahaya karena dapat menyebabkan keguguran, cacat lahir, dan kerusakan genetik pada bayi.

11. Hindari sinar X

Paparan sinar-X, terutama sinar-X perut, meningkatkan risiko cacat lahir dan kanker seperti leukemia pada bayi di kemudian hari.

12. Hindari gelombang mikro

Jangan tinggal dekat gelombang mikro. Mereka memancarkan radiasi elektromagnetik yang berbahaya dan dapat membahayakan janin dan menyebabkan keguguran.

12. Jangan minum air keran

Jangan minum air keran pada tahap awal kehamilan karena air keran rentan terhadap kontaminan yang berisiko mengganggu kehamilan.

13. Hindari stres

Hindari stres terutama di tempat kerja, karena dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemungkinan infeksi yang menyebabkan kelahiran prematur dan keguguran.

14. Jauhi paparan pestisida

Jangan biarkan diri Anda terpapar pestisida, termasuk herbisida, insektisida, dan fungisida. Mereka dapat memiliki berbagai efek pada janin Anda, termasuk keguguran dan kelahiran prematur.

15. Suhu tubuh

Pastikan suhu tubuh Anda tidak di atas 101 derajat Fahrenheit karena berpotensi membahayakan janin yang sedang berkembang. Suhu tubuh akan meningkat selama flu, latihan berat, dan demam.

16. Jaga kebersihan

Pastikan kebersihan pribadi yang baik untuk menghindari tertular penyakit seperti herpes karena dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah pada bayi selama persalinan. Dalam kasus yang jarang terjadi, hal tersebut juga dapat menyebabkan keguguran selama trimester pertama.

Jadi, perlu diingat hal-hal yang harus dihindari saah hamil muda ya, Teman Sehat!