Tips Mengurangi kebiasaan Balita Menggigit Jari

DokterSehat.Com – Bagi orang tua yang anaknya tidak mengalami kondisi ini mungkin akan heran, kok bisa ya anak balita suka menggigit kuku? Kebiasaan menggigit kuku bisa bisa dialami oleh orang dewasa, remaja, atau balita. Para ahli menduga kebiasaan ini dipicu oleh beragam faktor yang berkaitan dengan pikologis seperti kebosanan, stress, kegelisahan, rasa tidak nyaman, rasa penasaran, atau hanya sekedar kebiasaan. Kebiasaan mengigit kuku mirip dengan kebiasaan mengigit-gigit rambut, menggaruk hidung, menggemeretakkan gigi, atau menghisap jempol.

3

Saat ayah bunda mendapati si kecil mulai menggigit kuku, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemukan pemicunya. Beragam kondisi yang melibatkan perubahan lingkungan si kecil termasuk saat mereka mulai mengikuti playgroup, adanya hewan peliharaan baru dirumah, atau lahirnya adik baru mungkin menjadi pemicu kebiasaan si kecil tersebut.

Perlukah si kecil dibawa ke psikolog anak?

Kebanyakan orang tua secara spontan akan berusaha megghentikan kebiasaan tersebut dengan beragam cara termasuk memarahinya. Masalahnya sering kali si kecil pun tidak memahami kenapa dia melakukan hal itu. Dorongan untuk mengigit kuku bisa muncul begitu saja tanpa disadari mereka, sehingga memarahi atau bahkan menghukum si kecil malah dapat memperburuk keadaan.

Saat aktivitas tersebut dilakukan si kecil hanya diwaktu tertentu saja dan tidak mengganggu aktifitas lainya, para ahli cenderung merekomendasikan ayah bunda untuk membiarkan karena umumnya kebiasan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Mencari penyebab dan mencoba menghilangkan kebiasaan si kecil yang suka mengigit kuku mungkin tidak mudah, salah satu penyebabnya karena si kecil belum bisa mengekspresikan perasaanya melalui komunikasi verbal sehingga tidak jarang sebagai orang tua kita kesulitan untuk mengungkap perasaan si kecil.

Baca Juga:  Cara Berhenti Merokok Dengan Akupuntur

Berikut cara mengatasi kebiasaan mengigit kuku si kecil :

  1. Hindari melarang anak melakukannya. Berikan anjuran dan arahan tanpa menggunakan kata tidak atau jangan. Larangan bisa membuat anak melakukannya tanpa sepengetahuan kita.
  1. Anda bisa menunggu dengan sabar karena hal ini akan berlalu seiring dengan berlalunya waktu dan pertumbuhan. Jadi tidak usah terlalu bingung atau khawatir.
  1. Ajari anak menjaga kebersihan tangan. Misalnya saat memotong kuku, mencuci tangan dan sejenisnya. Anda bisa memberikan penjelasan bahwa memasukkan tangan ke mulut bisa mengandung kuman dan membuatnya sakit. Gunakan bahasa yang membuat anak sadar akan kesehatannya, bukan anjuran yang menakut-nakuti.
  1. Beberapa anak bahkan suka menggigit temannya. Bila anak-anak ada di tahap ini, konsultasikan dengan sesama ibu atau psikolog anak. Arahkan anak agar tidak membuat temannya sakit atau melalui modifikasi perilaku yang bisa membuat anak menyalurkan kebiasaannya dengan cara yang lain.

Semoga tips di atas bisa membantu Anda mengatasi kebiasaan anak mengisap jempol atau menggigit kuku, jangan lupa untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anak agar kita bisa memahami kebiasaan-kebiasaan si kecil.