Tips Mengatasi Kulit Kering dan Bersisik

DokterSehat.com – Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Perbedan jenis kulit ini dapat dipengaruhi oleh genetik, lingkungan, dan cuaca yang terlalu dingin. Selain itu, kulit kering juga bisa disebabkan pertambahan usia. Kulit bersisik juga bisa dipengaruhi  faktor medis, seperti:



  • Infeksi, seperti kusta atau HIV/AIDS
  • Sarkoidosis
  • Penyakit kelenjar seperti masalah tiroid
  • Penyakit kanker
  • Obat-obatan tertentu seperti cimetidine, clofazimine, dan nikotinat.

Untuk mengatasi kulit kering dan bersisik, perhatikan tips berikut ini:

1. Penuhi gizi untuk kulit

Kulit membutuhkan nutrisi penting seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan mineral lain yang penting. Karena itu, cukupi asupan nutrisi kulit agar tak kering.

2. Menjaga Kelembaban Kulit

Kulit bersisik akibat kulit kering bisa diatasi dengan menjaga kelembaban kulit dengan menghindari penyebaba kulit mengalami kekeringan, seperti mandi terlalu lama, mandi dengan air hangat, menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia berlebih dan lain-lain.

3. Rutin Pemakaian Lotion

Lotion sangat membantu untuk melembabkan kulit, kulit yang memiliki vitamin E, susu dapat menjadikan kulit lebih kenyal.

4. Merawat kulit bersisik dengan bahan alami

Minyak zaitun dan minyak jojoba sangat baik digunakan untuk melembabkan kulit. Oleskan minyak dan pijat lembut dengan gerakan melingkar hingga minyak menembus kulit bagian dalam.

5. Terapi iktiosis

Terapi ini terdiri dari terapi topikal dan sistemik. Terapi topikal bertujuan untuk memperbaiki kondisi kulit karena pada iktiosis, kulit terjadi penurunan fungsi dalam mempertahankan kelembaban. Hidrasi kulit dengan penggunaan emolien dan pemakaian bahan-bahan keratolitik bisa memperbaiki kelainan yang terjadi. Penggunaan aplikasi pelembab berbentuk krim, salep, minyak atau lotion disesuaikan dengan tingkat keparahan iktiosis, keadaan kelembaban kulit serta keadaan lingkungan sekitar. Pada iklim yang lembab, sebagan besar iktiosis ringan bisa mengalami perbaikan klinis.

Baca Juga:  Mengenal Beberapa Mitos Mengenai Kondom