Mudah! Ini 4 Tips agar Masakan Lebaran jadi Lebih Sehat!

Makanan-tak-boleh-berlebihan-bumil-lebaran-doktersehat-1

DokterSehat.Com– Lebaran tinggal sebentar lagi! Selain mempersiapkan mental dan fisik menyambut hari raya esok hari, makanan tentu menjadi salah satu hal yang dipersiapkan jelang hari raya, ya.

Hal ini tentu wajar karena hari raya menjadi hari dimana keluarga berkumpul dan kita memiliki waktu makan yang lebih bebas.

Nah, agar sajian hari raya dan kondisi tubuh Anda selalu fit selama lebaran, sudahkah Anda mempersiapkan makanan hari raya yang super sehat?

rendang_santan_lebaran_doktersehat_1
Photo Source: Flickr/Kyle Lam

Seperti yang kita ketahui, makanan, utamanya masakan, yang disajikan saat hari raya umumnya adalah masakan yang dimasak menggunakan banyak lemak, santan dan memiliki banyak kalori.

Misalnya saja gulai atau opor ayam, rendang, sambal goreng, dan sayuran bersantan. Hal ini memang merupakan suatu kebiasaan saat lebaran.

Akan tetapi, agar saat kita mengonsumsi masakan khas lebaran tersebut asupan lemak dalam tubuh tidak berlebihan, maka kita haruslah pandai-pandai dalam menyiasati cara mengolah masakan yang lebih sehat. Lantas, bagaimana sih caranya?

Cara mudah mengolah masakan lebaran lebih sehat

Masakan lebaran yang cenderung tinggi kalori, karbohidrat dan lemak haruslah kita siasati agar tersaji dengan cara yang lebih sehat.

Hal ini bisa dilakukan dengan memilih bahan makanan yang rendah lemak, karbohidrat, atau memilih penyajian makanan yang lebih sehat.

Untuk lebih jelasnya, yuk sama-sama kita simak penjelasan di bawah ini!

1. Utamakan menyajikan makanan dengan metode yang tidak digoreng atau bersantan

Merencanakan masakan yang rendah lemak bisa diusahakn dengan memilih metode masak yang rendah lemak.

Anda bisa mengutamakan memilih menu bakar atau panggang, misalnya ayam panggang, ikan bakar atau sate ayam tanpa bagian kulit agar sajian masakan khas lebaran Anda tetap nikmat dan khas.

makan-daging-ayam-doktersehat
Photo Credit: flickr/ timlewisnm

Masakan yang direbus dan disajikan dengan bumbu juga bisa jadi pilihan, siomay dengan isi ikan atau sayuran dengan bumbu kacang juga tentu jadi pilihan yang super nikmat, bukan?

Selain itu, menyediakan masakan dengan banyak sayuran, yang rendah lemak, bisa jadi pertimbangan. Anda bisa menyajikan menud gado-gado atau salad sayur, ketimbang lontong sayur labu siam yang banyak santan, bukan?

2. Memilih bagian daging yang rendah lemak

Menu daging atau makanan berprotein hewani tentu menjadi sajian utama dalam masakan khas lebaran, ya.

Selain bisa memberikan asupan energi yang baik untuk tubuh, makanan berprotein hewani juga lezat dan gurih karena memiliki kandungan lemak alami yang ada pada daging.

doktersehat-daging-merah-gagal-ginjal-picu-obesitas

Untuk dapat menekan asupan lemak dari makanan hewani, maka kita haruslah cermat dalam memilih daging yang rendah lemak.

Daging merah, baik daging sapi maupun daging kambing, yang memiliki kandungan lemak yang rendah adalah daging bagian utuh, bukan gajih, dan tidak memiliki banyak bagian serat atau garis putih pada daging.

Sedangkan daging unggas, yaitu ayam atau bebek, akan menjadi rendah kandungan lemaknya jika diolah tidak bersamaan dengan bagian kulitnya.

3. Sajikan masakan bersantan dengan konsistensi yang cair

Masakan dengan santan yang kental dan gurih memang nikmat, sayangnya santan juga merupakan bagian dari lemak, utamanya jika masakan bersantan dengan daging dipanaskan berulang.

doktersehat-gizi-sayur-santan
Photo Credit: Flickr.com/BlueJules

Untuk itu, usahakan Anda mengolah masakan bersantan dengan menggunakan santan yang encer saja ya.

Agar masakan tetap nikmat, tambahkan lebih banyak bumbu alami seperti bawang-bawangan atau rempah. Dengan begini masakan bersantan Anda akan tetap nikmat, bukan?

4. Ganti beras biasa dengan beras merah untuk olahan lontong atau ketupat

Asupan serat kerap terlupakan saat lebaran tiba. Untuk itu, sajikan makanan utama yang tidak hanya tinggi kabrohidrat namun juga serat dengan cara mengganti penggunaan beras putih dengan beras merah atau beras cokelat sebagai bahan baku makanan pokok, ya.

Photo Credit : www.pixabay.com

Hal ini akan sangat efektif karena kandngan serat pada kedua jenis beras tersebut lebih tinggi dari beras biasa.