Tips Diagnosa Kanker Lambung

DokterSehat.Com – Kanker lambung dan usus merupakan salah satu kanker paling umum di seluruh dunia, diperkirakan terjadi 1 juta kasus kanker per tahun. Disebakan oleh faktor keturunan atau bakteri.

doktersehat-lambung

Berdasarkan kasus yang terjadi, kata dokter ahli medis Rumah Sakit Mounth Elizabeth Singapura, pria dua kali lebih berisiko terkena penyakit tersebut dibanding wanita.

Kanker lambung pada awalnya mungkin tidak memiliki gejala khusus. Gangguan pencernaan yang terjadi amat umum, seperti sakit maag, bersendawa, merasa kembung, ketidaknyamanan perut bagian atas, mual, muntah, dan kesulitan menelan. Selama masa perkembangan kanker ini, penurunan berat badan, kelelahan, muntah darah atau buang air besar hitam dapat terjadi.

Sebuah benjolan perut bagian atas juga dapat dirasakan dan tes darah mungkin menunjukkan anemia. Faktor risiko utama bagi terjangkitnya kanker ini adalah sejarah keluarga dan infeksi Helicobacter pylori. Helicobacter pylori adalah bakteri yang ditemukan di dalam perut sekitar dua pertiga dari penduduk dunia yang dapat menyebabkan peradangan (gastritis), sakit maag dan merupakan penyebab utama dari kanker lambung. Jika infeksi Helicobacter pylori terdeteksi, antibiotik untuk membasmi infeksi diberikan.

Di Amerika Serikat, kanker lambung cenderung terjadi pada individu di atas usia 60 tahun, sementara di Singapura, penyakit ini dapat terjadi dari sejak usia 35 tahun. Faktor risiko lain termasuk diet yang mengandung bahan pengawet (nitrosoamines), memiliki golongan darah tipe A, serta memiliki gastritis atrofi, dan anemia pernisiosa.

Cara yang paling akurat untuk mendiagnosa kanker lambung adalah dengan melakukan endoskopi pencernaan bagian atas, yang juga dikenal sebagai gastroskopia. Metode ini menggunakan tabung tipis dengan kamera video di ujungnya yang dimasukkan ke dalam perut.

Baca Juga:  Buah Kenari Bisa Menyehatkan Sperma Pria

Pemeriksaan menyeluruh terhadap perut dapat dilakukan dan biopsi dari daerah abnormal dapat diambil untuk analisis mikroskopis. Dari metode ini juga dilakukan pemeriksaan adanya infeksi Helicobacter pylori. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan sedasi dan membutuhkan waktu kurang dari lima belas menit.

BACA JUGA : Tips Sehat Merawat Payudara