Tinggi Badan Anak Pengaruhi Kecerdasannya

Doktersehat.com – Bagi beberapa orangtua kondisi tubuh anak yang pendek atau stunting tidaklah menjadi masalah yang serius. Padahal, anak yang bertubuh pendek bisa mengindikasikan bahwa anak tersebut mengalami kekurangan gizi. Bahkan hasil penelitian menunjukkan tingkat kecerdasan anak stunting lebih rendah dibanding kecerdasan anak yang memiliki tinggi badan normal.



Penelitian tahun 1991 menjelaskan bahwa rata-rata anak normal memiliki skor kecerdasan sekitar 105, sementara anak stunting hanya memiliki skor sekitar 90. Menurut guru besar departemen gizi masyarakat Institut Pertanian Bogor, Hardinsyah, peningkatan kecerdasan anak stunting dapat dilakukan dengan pemberian susu dan menstimulasi anak. Ada banyak cara untuk menstimulasi anak, antara lain dengan rajin diajak bicara atau diajak bermain. Makin banyak orang yang menstimulasi maka anak akan makin cerdas.

Dari hasil penelitian diketahui kedua kombinasi tersebut mampu meningkatkan kecerdasan rata-rata anak stunting hingga  mencapai skor 100. Pemberian stimulasi saja dapat meningkatkan kecerdasan hingga 97 dan pemberian susu saja tanpa adanya stimulasi hanya meningkatkan kecerdasan anak mencapai 95.

Selain itu, normalnya anak berusia 5 tahun memiliki tinggi badan 110 cm. Pada tahun 2010 di Indonesia tercatat rata-rata tinggi badan anak laki-laki usia 5 tahun lebih rendah 6,7 cm dari tinggi seharusnya. Sementara anak perempuan kurang 7,3 cm dari tinggi normalnya.

Kondisi anak stunting bisa berakibat fatal bagi produktivitasnya saat dewasa nanti. Untuk menekan laju pertumbuhan anak stunting diperlukan pemeliharaan gizi yang tepat pada saat hamil hingga anak berusia dua tahun.

Selain pemenuhan gizi pangan, ada beberapa hal lain yang tak kalah penting yakni pemberian ASI eksklusif, makanan bergizi pendamping ASI, serta imunisasi.

Sumber: kompas.com