Tidak Selalu Morning Sickness Pada Ibu Hamil Itu Buruk

DokterSehat.Com – Salah satu gejala yang dirasakan oleh ibu hamil pada trimester pertama kehamilannya adalah mual dan muntah. Gejala ini sangat umum dialami hampir semua ibu hamil. Tahukah anda, meskipun morning sickness yang menyebabkan rasa mual, muntah-muntah, atau bahkan penurunan nafsu makan ini bisa sangat menyusahkan dan menyebalkan, ternyata bisa jadi menjadi tanda sehatnya kehamilan. Dari sebuah penelitian yang melibatkan 2.400 ibu hamil, ditemukan bahwa gejala mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan ternyata berkaitan erat dengan minimnya resiko keguguran dini bagi ibu hamil berusia 30 tahun atau lebih tua.

doktersehat-kehamilan-hamil

Pakar kesehatan menyebutkan jika munculnya gejala mual dan muntah-muntah ini disebabkan karena saat sel telur yang berhasil dibuahi menempel pada rahim, maka tubuh ibu hamil pun akan segera memproduksi hormon HCG atau Human Chorionic Gonadotropin. Meskipun hormon ini tidak secara langsung memicu rasa mual dan muntah, namun seringkali morning sickness berawal dari produksi hormon ini dimulai. Dengan adanya morning sickness, pakar kesehatan justru bisa lebih mengetahui jika hormo-hormon pada usia kehamilan mulai bekerja sebagaimana mestinya untuk memastikan bahwa kehamilan dalam kondisi yang sehat.

Portal berita kesehatan Mayo Clinic bahkan menunjukkan jika morning sickness ini akan sangat baik dalam mengurangi paparan zat berbahaya dari makanan yang dikonsumsi ibu hamil bagi janninya. Dengan adanya rasa mual dan muntah, ibu hamil pun akan semakin berhat-hati dengan diet hariannya dan cenderung mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan mendukung perkembangan janin.

Hanya saja, tidak semua wanita ternyata mengalami morning sickness dan belum tentu hal ini berarti kehamilan berada dalam kondisi yang kurang sehat. Setiap wanita memang memiliki gejala yang berbeda-beda saat kehamilan. Sebagai contoh, ada beberapa wanita yang juga mengalami mual dan muntah-muntah justru karena kasus kehamilan molar dimana ibu hamil justru bisa mengalami penurunan berat badan secara drastis yang tentu harus ditangani secara medis. Satu hal yang pasti, ibu hamil tentu harus rajin-rajin memeriksakan kondisi kandungannya ke dokter sehingga bisa mempertahankan kesehatan baik untuk ibu sendiri maupun untuk kehamilannya.