Tidak Ingin Perut Buncit? Hindari 5 Kebiasaan Ini

DokterSehat.Com – Zaman dulu, badan gemuk dianggap sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran. Bahkan pria yang memiliki perut buncit dinilai menambah kesan gentle. Tapi seiring perubahan zaman, kini anggapan tersebut menjadi berbalik arah. Sekarang orang yang memiliki perut buncit dianggap memiliki pola hidup yang tidak sehat. Perut buncit juga bisa menjadi sumber penyakit bahkan pemicu kematian.



Ladies, agar memiliki tubuh sehat dan bisa menghindari perut buncit, ada cara dan kebiasaan tertentu yang perlu kita hindari. berikut ini lima kebiasaan yang perlu kita hindari agar tak mendapatkan perut buncit :

  • Minum minuman berkarbonasi setiap hari
    Anda suka minum minuman bersoda? Ladies, menurut para peneliti, mengonsumsi 1 hingga 2 kaleng minuman bersoda setiap hari bisa membuat lingkar pinggang kita bertambah lima kali lebih cepat dibandingkan orang yang minum minuman bersoda sekali setiap minggu. Wah, kalau Anda penggemar minuman bersoda, harus lebih bisa mengontrol diri nih.

    Kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda bisa memicu makin besarnya nafsu makan kita. Sehingga Anda malah bisa makan lebih banyak daripada biasanya setelah minum minuman bersoda. Lalu bagaimana dengan diet soda? Well, ternyata diet soda juga bisa memberikan efek yang sama dengan minuman soda biasa. Pemanis buatan dalam diet soda tetap bisa membuat nafsu makan Anda makin bertambah.

    Sebagai solusinya, pilihlah minuman yang lebih sehat seperti smoothies, jus buah segar, atau segelas air putih. Demi kesehatan tubuh, memang sebaiknya kita mulai memperhatikan minuman yang kita konsumsi setiap harinya.

  • Makan malam terlalu larut
    Makan malam terlalu larut bisa membuat perut buncit. Saat tidur di malam hari dengan perut terlalu kenyang, maka kita berisiko besar mengalami acid reflux atau gangguan pencernaan. Kenapa? Karena dalam posisi tidur, gravitasi tak bisa membuat makanan di dalam perut turun dan dicerna dengan baik.

    Nah, untuk lebih amannya, jangan mengonsumsi makanan dalam porsi besar di malam hari. Dan jangan langsung tidur setelah makan. Tunggu setidaknya tiga jam setelah makan malam, baru tidur. Akan lebih baik lagi jika Anda cukup menikmati buah-buahan segar di malam hari saat lapar dibandingkan langsung mengonsumsi makanan manis atau makanan porsi besar di malam hari.

    Trik lain untuk mengontrol nafsu makan Anda adalah memilih piring ukuran kecil. Dengan piring ukuran kecil, kita bisa lebih bijak dan selektif lagi dengan menu yang akan kita taruh di piring untuk dimakan.

  • Makan ketika emosi tidak stabil
    Pernah dengar istilah emotional eating? Yaitu ketika kita makan dalam kondisi emosional, seperti ketika sedang marah, sedih, atau kecewa. Dampak dari emotional eating ini adalah kecenderungan kita untuk makan berlebihan (overeating). Perut pun bisa buncit kalau kita nafsu makan jadi tak terkontrol seperti ini.

    Saat Anda sedang kesal atau marah, jangan melampiaskannya dengan aktivitas makan. Salah-salah, berat badan Anda juga akan naik ketika makan saat emosi tak stabil. Saat sedang stres, pilihlah kegiatan lain yang tak melibatkan aktivitas makan. Misalnya? Anda bisa olahraga atau mengerjakan hobi yang bisa membuat Anda lebih tenang. Baru nanti ketika emosi sudah stabil, Anda bisa mulai makan.

  • Tidak cukup tidur
    Idealnya, orang dewasa perlu tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kalau jam tidur kurang, kadar kortisol (hormon stres) meningkat dan membuat nafsu ngemil makan makanan manis ikut bertambah. Jadi solusinya, untuk menjaga kadar stres hormon kortisol tetap normal, kita perlu tidur cukup. Dengan begitu, nafsu makan pun bisa terkontrol dengan baik.

    Kadar kortisol seimbang, maka produksi leptin (jenis hormon yang dapat membantu kita mengontrol nafsu makan) bisa meningkat. Kebutuhan tidur setiap orang juga bisa berbeda dari orang lain. Anda lah yang paling tahu berapa jam waktu tidur yang Anda butuhkan untuk mendapatkan tubuh sehat dan segar ketika beraktivitas. Jangan sampai jam tidur Anda kurang dan aktivitas jadi terganggu. Dan keseimbangan hormon ikut terganggu.

  • Tidak mendapat asupan protein yang cukup
    Umumnya, orang dewasa perlu mengonsumsi sedikitnya 20 hingga 25 gram protein setiap kali makan, meskipun ini juga perlu disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan ukuran tubuh. Kenapa kita perlu mengonsumsi protein cukup setiap hari?

    Rupanya dengan mencukupi kebutuhan protein harian yang cukup, gula darah bisa stabil dan kadar insulin bisa dikurangi untuk mempercepat laju metabolisme tubuh. Dan tahukah Anda, Ladies, protein juga bisa membantu tubuh mengontrol hormon yang bisa meningkatkan nafsu makan. Sehingga kita bisa mendapatkan tubuh langsing lebih cepat dan alami. Beberapa sumber protein sehat yang bisa kita konsumsi, antara lain kerang-kerangan, daging ayam kalkun, daging ayam tanpa kulit, ikan salmon, dan telur.