Tidak Hanya Menyedapkan Sayur Bayam, Temukunci sebagai Zat Antikanker

DokterSehat.com– Jenis-jenis bumbu di Indonesia tidak hanya bermanfaat sebagai bahan penyedap masakan atau pun minuman. Sebagian besar dari bumbu tersebut memiliki khasiat sebagai obat, misalnya kencur, kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, dan temu kunci. Khusus untuk jenis bumbu yang terakhir ini tidak banyak digunakan sebagai bahan untuk berbagai jenis masakan seperti bumbu pada umumnya. Temukunci biasanya dipakai untuk jenis sayur bening seperti bayam.

5

Temukunci memiliki nama ilmiah Boesenbergia Rotunda yang merupakan jenis tumbuhan berbentuk rimpang. Selain menjadi bumbu penyedap, biasanya rimpang ini dimanfaatkan sebagai ramuan untuk mengatasi gannguan pencernaan seperti diare, sariawan atau panas dalam, tipus, dan keputihan. Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh seorang ilmuwan dari Universitas Airlangga, ternyata temukunci berkhasiat sebagai zat antikanker.

Rimpang temukunci mengandung minyak atsiri, yang terdiri dari kamfer, sineol, metil sinamat, dan hidromirsen, serta senyawa kimia lainnya seperti kurkumin, zedoarin, damar, pati, saponin, slavonoid, pinostrolerin, dan alipinetrin. Sedangkan dalam penelitian tersebut ditemukan zat pinostrobin yang dapat melawan perkembangbiakan sel kanker dalam tubuh. Pinostrobin ini merupakan senyawa antioksidan yang sangat penting dalam melawan radikal bebas yang menjadi penyebab munculnya kanker. Radikal bebas merupakan molekul atom atau kelompok atom yang tidak berpasangan. Namun jika jumlahnya lebih banyak dibanding antioksidan dalam tubuh, akan berakibat serangan radikal bebas terhadap tubuh dan merusak DNA hingga kanker menyerang. Maka dari itu, tubuh harus memiliki sistem imun yang harus benar-benar dijaga sebagai pertahanan alami dari berbagai serangan penyakit.

Pinostrobin sebagai senyawa antioksidan mampu menghambat kinerja enzim topoisomerase I, yaitu enzim yang dapat meningkat ketika terjadi kanker. Pinostrobin akan menghambat transkripsi DNA, sedangkan aktivitas enzim topoisomerase I dihambat dengan cara mengeluarkan zat yang akan mengikat enzim. Sehingga, sel kanker akan mati.

Baca Juga:  Vaksin Influenza Tidak Disarankan untuk Penderita Alergi Telur

Dengan demikian mengkonsumsi ramuan temu kunci secara teratur, secara perlahan sel kanker dalam tubuh akan mati.