3 Faktor Mengapa Hasil Alat Tes Kehamilan tidak Akurat

kalkulator-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com– Sebelum pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan, biasanya wanita akan memeriksanya menggunakan alat tes kehamilan terlebih dahulu. Sebab, alat tes kehamilan tersebut sangat mudah dilakukan dan juga sangat mudah dijumpai.

Akan tetapi, terkadang hasil dari alat tersebut tidak akurat. Sehingga, membuat sebagian besar wanita merasa kecewa dan lebih memilih untuk segera memeriksanya langsung ke dokter kandungan.

Namun, pernahkah Anda mencari tahu kira-kira mengapa hasil alat tes kehamilan tersebut tidak akurat? Apakah ada faktor lain yang memengaruhinya? Jawabannya, tentu saja iya. Ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil alat tes kehamilan sehingga menjadi tidak akurat, diantaranya:

1. Alat Sudah Kedaluwarsa

Faktor pertama yang bisa memengaruhi hasil alat tes kehamilan adalah alat tes kehamilan yang Anda beli ternyata sudah kedaluwarsa. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda perhatikan terlebih dahulu tanggal kedaluwarsa yang biasanya tercantum di dalam kemasan. Selain itu, terkadang Anda membeli alat tes kehamilan namun tidak langsung digunakan, melainkan masih disimpan. Hal tersebut juga bisa membuat alat tes kehamilan tidak akurat.

2. Waktu

Dalam menggunakan alat tes kehamilan, Anda harus tahu kapan sebaiknya digunakan. Pastikan Anda sudah membaca dan memahaminya. Karena, jika Anda salah, maka hasilnya tidak akan akurat. Misalnya, jika Anda terlalu lama membaca hasilnya, kemungkinan besar urin yang ada di alat tes kehamilan telah menguap .

3. Keguguran Awal

Faktor yang terakhir adalah keguguran awal. Biasanya ketika Anda melakukan tes kehamilan dengan hasil positif, namun beberapa hari setelahnya mengalami menstruasi, maka kemungkinan besar Anda telah mengalami keguguran awal. Hal tersebut membuat Anda berpikir bahwa hasil yang pertama kali itu salah, bahwa sebenarnya Anda tidak hamil.

Padahal, Anda telah mengalami keguguran. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam menjaga kehamilan khususnya di awal trisemester. sebab, jika telah mengalami keguguran awal, maka akan sangat berbahaya dan dapat mempengaruhi peluang untuk hamil di masa depan.