Tes Gula Darah Bagi Penderita Diabetes Masih Belum Belum Cukup Akurat

DokterSehat.Com – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan jika di seluruh dunia ada 422 juta orang yang mengidap penyakit diabetes. Kebanyakan dari mereka yang mengidap diabetes ini disebabkan oleh gaya hidup yang buruk, khususnya dalam mengkonsumsi makanan yang kurang sehat. Sayangnya, dibalik tingginya angka penderita diabetes di seluruh dunia ini, sepertiga penderita diabetes mengaku hanya memakai prosedur standar dalam mengecek kadar gula darah yang cenderung tidak akurat. Hal ini tentu bisa berbahaya bagi kondisi kesehatannya, bukan?

doktersehat-diabetes-penyakit-berbahaya-bisul-hemofilia-A-tes-HbA1c

Pakar kesehatan menyebutkan jika tes gula darah mampu dilakukan dengan lebih akurat, maka kemungkinan munculnya komplikasi pada tubuh layaknya masalah pada jantung, gagal ginjal, kebutaan, atau bahkan amputasi pada beberapa anggota tubuh bisa semakin dicegah. Sayangnya, tes standar pengukuran kadar glukosa dalam darah yang disebut sebagai tes A1C ini masih belum cukup akurat, begitu tutur pakar kesehatan dari Harvard University Medical School, John Higgins.

Menurut Higgins, tes A1C hanya mengukur jumlah gula yang terserap oleh sel darah merah dalam jangka waktu tertentu saja dan andai dibandingkan dengan pemantauan glukosa harian, ada perbedaan mendasar pada usia sel darah merah. Menurut beliau, usia rata-rata dari sel darah merah adalah 45 hari. Semakin tua sel darah merah, bisa jadi penyerapan kadar glukosa lebih tinggi dari sebelumnya. Padahal, setiap orang tentu memiliki siklus usia sel darah merah yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika sel darah merah sedang dalam usia yang muda saat tes A1C dilakukan, bisa jadi pasien terlihat layaknya dalam kondisi sehat padahal sebenarnya kadar gula darahnya sedang sangat tinggi. Hal ini berarti, tes A1C belum tentu akurat bagi setiap orang dan hal ini bisa sangat berbahaya.

Baca Juga:  10 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan

Higgins pun berharap agar pakar kesehatan di seluruh dunia bisa menemukan peralatan yang lebih baik dalam melakukan tes pengecekan kadar gula darah pada penderita diabetes, dan sebaiknya dilakukan dengan terus menerus dalam periode tertentu. Dengan adanya alat ini, diharapkan pencegahan komplikasi bagi penderita diabetes bisa menjadi semakin baik.