Ternyata Karbohidrat Tak Selalu Sehat

Doktersehat.com – Karbohidrat adalah senyawa organik dengan rumus umum C”m”(H 2 O) n””, yaitu, hanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen, dua terakhir dalam rasio atom 2:1. Karbohidrat dapat dilihat sebagai hidrat karbon, maka nama mereka.

doktersehat-beras-padi-gandum

Istilah ini paling sering digunakan dalam biokimia, di mana pada dasarnya adalah sebuah sinonim dari sakarida, keluarga besar karbohidrat alami yang mengisi peran banyak pada makhluk hidup, seperti penyimpanan dan transportasi energi (misalnya, pati, glikogen) dan komponen struktural (misalnya, selulosa dan kitin pada tanaman di arthropoda). Kata ini berasal dari bahasa Yunani (sákcharon), yang berarti “gula”. Sakarida dan turunannya termasuk biomolekul penting lainnya banyak yang memainkan peran kunci dalam sistem kekebalan tubuh, pemupukan, patogenesis, pembekuan darah, dan pembangunan.

Dalam ilmu makanan dan dalam konteks informal, karbohidrat istilah yang sering berarti setiap makanan yang sangat kaya di pati (seperti sereal, roti dan pasta) atau gula (seperti permen, selai dan makanan penutup).

Karbohidrat berguna sebagai bahan bakar dan cadangan makanan bagi tubuh. Namun, kelebihan karbohidrat dapat membuat tubuh justru menjadi tak sehat.

Ahli nutrisi dari Nutrifood Research Center Astri Kurniati mengatakan, tiga kunci utama sehat antara lain makan sehat dan seimbang, olahraga dan istirahat cukup.

Sayangnya, kebanyakan orang justru berasumsi makanan sehat itu hanyalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebihan, maka kelebihan itu akan diubah menjadi lemak dalam tubuh. Akibatnya, risiko obesitas mengancam.

“Di tahun 2011, Indonesia menduduki urutan ke 10 dengan jumlah 7,3 juta penderita obesitas. Perkiraan tahun 2030, Indonesia akan naik ke urutan ke 9 dengan 11,8 juta penderita obesitas,” ungkapnya.

Astri menjelaskan bahwa makanan sehat itu harus mencakup karbohidrat, vitamin, protein, lemak dan mineral. Kekurangan salah satu zat penting ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

“Salah satu penyebab mengapa seseorang terkena kanker usus adalah karena kurang makan buah dan sayur. Semua vitamin dan mineral berperan penting bagi metabolisme tubuh,” jelasnya.

Astri juga menuturkan salah satu zat penting yang sering diabaikan adalah kalsium. Padahal kalsium ini penting untuk mendukung pertumbuhan tulang.

“Mumpung masih di usia muda, masa keemasan untuk menabung asupan kalsium bagi tubuh. Karena ketika sudah memasuki usia 30 tahunan, tubuh akan mulai menggunakan tabungan kalsium itu untuk mencegah osteoporosis,” jelasnya.