Ternyata Gula Bisa Menjadi Candu

DokterSehat.Com – Mengkonsumsi makan-makanan manis memang enak rasanya. Bandingkan ketika harus minum es teh tawar dan teh manis, pasti es teh manis akan lebih menggiurkan bukan? Pada umumnya rasa manis memang lebih mudah disukai oleh semua orang. Hal ini mungkin dikarenakan rasa yang pertama kali dirasakan oleh bayi yang baru lahir adalah manis, yaitu berasal dari ASI yang memiliki rasa sedikit manis. Barulah setelah enam bulan kemudian, bayi akan mengkonsumsi MP ASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai awal mengenalkan berbagai rasa pada bayi.

doktersehat-gula-manis-cokelat-food-craving

Dalam berbagai olahan makanan, gula menjadi salah satu kandungan yang sangat sering digunakan, terlebih pada berbagai snack yang berasa manis seperti cake, ice cream, minuman kemasan, dan lainnya. Namun jika terlalu sering dikonsumsi dalam jumlah besar ternyata bisa menimbulkan candu. Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan Amerika Serikat, bahwa produk makanan yang dimaniskan dengan gula atau makanan tinggi fruktosa sirup jagung dapat menyebabkan kecanduan.

Seorang dokter spesial gizi klinik, dr. Ida Gunawan, MS, SpGK menjelaskan bahwa gula akan merangsang dilepaskannya endorphin yang akan membuat seseorang menjadi lebih rileks dan tenang, nyaman, dan rileks. Namun ketika rasa rileks ini berubah menjadi candu, yaitu konsumsi gula yang berlebih serta dalam jumlah besar dengan intensitas yang sering maka tubuh akan mendapatkan dampak yang buruk. Terdapat sebuah kasus dimana Nikki Oakley, warga Redditch, Inggris, telah memiliki kebiasaan mengkonsumsi gula kurang lebih setara dengan 50 sendok teh gula setiap hari. Dampak pada tubuhnya memang tidak membuatnya menjadi sangat overweight, namun pada kondisi emosionalnya, Ia mengalami banyak perubahan yang mengarah ke hal negatif. Sejak memulai untuk meninggalkan kebiasaan buruknya mengkonsumsi gula berlebih tubuh menjadi lemas, lesu, sakit kepala, dan cenderung memiliki emosi yang labil, seperti mudah marah dan menangis. Akan tetapi setelah beberapa minggu mampu menyesuaikan diri dengan pola makan yang sehat, kondisi tubuh Nikki pun lebih baik dengan berat badan yang berangsur-angsur menurun, serta kondisi emosi pun semakin stabil.

Baca Juga:  Kurang Tidur Sangat Tidak Sehat Bagi Tubuh

Pada dasarnya orang yang mengalami candu terhadap gula tidak hanya meningkatkan kadar endophin, namun juga serotonin. Saat berhenti mengurangi asupan gula, kadar hormon tersebut pun akan cenderung menurun dan membuat orang tersebut menderita. Hanya saja, setelah berhasil meninggalkan konsumsi gula yang berlebih maka tubuh pun terasa lebih nyaman, lebih mudah tertidur, tidak sakit kepala, merasa lebih kenyang, serta mengurangi tremor.

Batas maksimal konsumsi gula perhari sesuai dengan anjuran Kemenkes tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Apabila tetap ingin menyantap makanan atau minuman manis, sebaiknya imbangi konsumsinya dengan asupan lainnya. Misalnya ketika menyantap cake, atau makanan manis lainnya, sebagai minuman pendamping usahakan yang tidak mengandung gula, misalnya air putih atau teh tawar.