Terlalu Sering Mendapatkan Antibiotik Sejak Kecil Bisa Memberikan Efek Buruk

DokterSehat.Com – Cukup banyak orang tua yang mudah panik tatkala anaknya jatuh sakit. Alih-alih memberikan perawatan atau obat-obatan alami yang ringan terlebih dahulu, mereka langsung memberikan antibiotik untuk hampir segala macam penyakit yang menimpa buah hatinya. Bagi orang tua, antibiotik adalah obat yang bisa menyembuhkan semua masalah kesehatan anak. Memang, cukup banyak anak yang bisa segera sembuh setelah mendapatkan antibiotik. Namun, menurut pakar kesehatan, kebiasaan memberikan antibiotik pada anak ini bisa merugikan kesehatannya.

doktersehat-hiv-aids-anak-demam-hidung-tersumbat

Pakar kesehatan dr. Michael J. Smith dari University of Louisville, Amerika Serikat, menyebutkan jika sebenarnya anak-anak masih belum membutuhkan antibiotik andai mengalami sakit yang tergolong ringan layaknya flu, pilek, batuk, hingga sakit tenggorokan. Pengecualian bisa dilakukan andai penyakitnya cukup parah atau membutuhkan perawatan medis yang intensif. Antibiotik sendiri sebenarnya diciptakan untuk melawan berbagai infeksi bakteri. Padahal, kebanyakan penyakit yang menyerang anak kecil adalah virus. Hal ini berarti, jika kita memberikan antibiotik pada anak, virus tidak akan memberikan reaksi apapun pada antibiotik tersebut.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (CDC) menyebutkan jika kebanyakan penyakit THT yang menyerang anak-anak disebabkan oleh virus yang tidak bisa diobati dengan antibiotik. Sayangnya, menurut hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics pada tahun 2014 silam, diketahui bahwa lebih dari 11 juta resep antibiotik yang diberikan pada anak-anak yang sakit setiap tahunnya ternyata sama sekali tidak diperlukan untuk menyembuhkan masalah kesehatannya.

Tak hanya tidak diperlukan, pakar kesehatan menyebutkan jika konsumsi antibiotik ini bisa merugikan kesehatan anak lantaran adanya efek samping seperti alergi, munculnya diare, dan dikhawatirkan bisa membuat tubuhnya menjadi kebal dengan antibiotik dan berbagai jenis obat lainnya. Alhasil, andai mereka jatuh sakit di masa depan, anak pun kesulitan untuk diobati.