Terlalu Sering Melakukan Operasi Plastik Membuat Pria Ini Sulit Bernafas

DokterSehat.Com – Demi memuaskan keinginan untuk memiliki wajah yang tampan atau cantik, kini cukup banyak orang yang rela melakukan operasi plastik. Memang, operasi plastik bisa memperbaiki beberapa bagian wajah yang dianggap kurang sempurna. Sayangnya, melakukan operasi plastik juga bisa memberikan efek samping, apalagi jika dilakukan di tempat yang kurang memadai secara medis. Hal inilah yang terjadi pada seorang pria bernama Rodrigo Alves. Alves yang dijuluki Manusia Boneka Ken karena sudah sangat sering melakukan operasi plastik ini ternyata kini mengalami efek samping berupa kesulitan dalam bernafas.

doktersehat-rodrigo-alves-ken

Photo Credit: Twitter/ Rodrigo Alves

Alves sendiri mengaku jika dirinya terobsesi menjadi boneka Ken, boneka pasangan Barbie. Karena obsesi inilah Ia sering melakukan operasi plastik demi mendapatkan wajah dan tubuh yang mirip layaknya boneka Ken tersebut. Sayangnya, setelah melakukan delapan kali operasi hidung untuk membuat hidungnya mirip dengan boneka Ken, Ia justru kesulitan untuk bernafas.

Alves sendiri mengaku jika selama hidupnya telah melakukan 50 kali operasi rekonstruksi wajah, termasuk diantaranya adalah enam paket implan bagi wajah dan rambut. Ia bahkan mengaku pernah melakukan tiga kali operasi dalam satu hari saja! Demi memuaskan obsesinya ini, Ia telah menghabiskan uang sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 6,7 Miliar yang sebagian besar berasal dari warisan kakek dan neneknya.

Karena kesulitan bernafas, pada bulan Juli 2016 lalu Ia melakukan operasi rekonstruksi hidung. Sayangnya, Ia masih kesulitan untuk bernafas sehingga harus melakukan operasi lagi untuk memperbaiki pernafasannya. Alves sendiri mengaku jika berbagai operasi plastik yang dilakukannya memberikan efek domino yang buruk bagi kesehatan. Meskipun mengaku kesehatannya mulai terganggu gara-gara semua operasi ini, Ia mengaku masih harus melakukannya demi memperbaiki pernafasannya.

Baca Juga:  Efek Negatif Dari Operasi Plastik

Pada tahun 2015 silam, Alves sendiri didiagnosis oleh dokter terkena gangguan mental dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD), kondisi dimana seseorang terobsesi dengan ketidaksempurnaan pada penampilannya. Karena alasan inilah Ia ‘tergila-gila’ untuk melakukan operasi plastik. Kini, alih-alih mendapatkan wajah dan tubuh sempurna layaknya Boneka Ken, Alves justru masih harus melakukan berbagai operasi demi memperbaiki apa yang telah rusak pada tubuhnya gara-gara operasi terdahulu.