Terlalu Banyak Minum Air Bisa Merusak Ginjal

DokterSehat.Com – Kita semua tahu bahwa minum banyak air bermanfaat baik bagi tubuh. Air dapat mengeluarkan racun dari tubuh. Tetapi bukan berarti Anda harus mengonsumsi air dalam jumlah yang sangat banyak. Mengonsumsi terlalu banyak air justru bisa memberikan efek negatif pada tubuh, terutama untuk ginjal.

13

Terlalu sedikit memang membahayakan, begitupula bila terlalu banyak minum. Ini bukan masalah kembung atau tidak, namun bagaimana sistem ginjal bekerja. Ginjal adalah penyaring bagi tubuh. Mereka menyaring kotoran dari darah dan mengubahnya menjadi urin. Di luar fungsi ginjal, air mempunyai natrium yang membantu untuk menjaga keseimbangan cairan. Bila Anda terlalu banyak minum air maka akan meningkatkan kerja ginjal dari yang seharusnya.

Beban ginjal akan semakin meningkat dengan banyaknya air yang harus disaring melalui glomerulus. Bahkan, glomerulus dapat rusak karena terlalu banyak menyaring. Selain itu cairan dalam tubuh juga menjadi tidak seimbang sebab ada begitu banyak cairan sedangkan jumlah natrium tak seimbang.

– Pembengkakan di Otak – Kelebihan air akan masuk ke otak, kemudian selaput otak Anda mulai bengkak. Ini situasi yang sangat berbahaya.

Kejang – Gejala lain yang mungkin menyerang ketika otak menerima terlalu banyak cairan adalah kejang. Selain tubuh menjadi kejang, pandangan juga bisa menjadi gelap seketika.

Pendarahan Otak – Saat beberapa sel di dalam otak menjadi rusak akibat cairan yang berlebihan, kondisi ini rawan menyebabkan terjadinya pendarahan otak.

Koma – Yang paling buruk dari efek lanjutan pendarahan otak adalah terjadinya koma. Bahkan ada yang bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, untuk menghindari resiko tersebut disarankan untuk Anda mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup minimal 2 liter dan maksimal tidak lebih dari 6-7 liter. Selalu berikan jeda dalam pemberian cairan, misalnya sejam sekali agar tubuh tidak terganggu keseimbangan cairannya. Segala sesuatu yang berlebihan dampaknya tidak baik.

Baca Juga:  Suara Ibu Berperan Besar Dalam Perkembangan Otak Bayi

Semoga informasi ini bermanfaat 🙂