Terkuak, Ini Penyebab Impotensi di Usia Muda

DokterSehat.Com– Tahukah anda jika gaya hidup masyarakat yang cenderung semakin tidak sehat juga membuat semakin banyak pria muda yang mengalami masalah impotensi atau disfungsi ereksi. Bagi mereka yang sudah memiliki pasangan, kondisi impotensi ini tentu akan mengganggu kehidupan seksualnya atau bahkan bisa memicu ketidakharmonisan rumah tangga.

doktersehat-pria-skrotum-penis-masalah-kelamin-Pembesaran-Prostat-Jinak-gatal-hematuria-scrotoplasty-kanker-prostat-infeksi-menular-seksual

Fakta ini terungkap dalam sebuah penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa jumlah pria muda dengan usia kurang dari 40 tahun ternyata mengalami impotensi ini. Sebenarnya, apa penyebab dari impotensi ini di usia muda?

Kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol
Minuman beralkohol mampu berperan sebagai depresan pada sistem saraf yang tentu akan membuat komunikasi antara otak dan tubuh terhambat. Hal ini tentu akan mempengaruhi kinerja sistem saraf untuk membuat penis mengalami ereksi. Alhasil, pria pun akan mengalami impotensi.

Kebiasaan merokok
Siapa bilang merokok adalah simbol kejantanan? Dalam realitanya merokok dalam jangka panjang bisa memicu impotensi. Banyaknya timbunan nikotin dalam tubuh akan memicu ketidaklancaran aliran darah, termasuk pada penis sehingga bisa menyebabkan organ vital pria ini kesulitan untuk mendapatkan ereksi.

Depresi
Depresi atau kecemasan berlebihan karena berbagai hal ternyata bisa memberikan pengaruh buruk bagi otak. Hal ini juga akan membuat pria kehilangan gairah seksual dan akhirnya mengalami gangguan ereksi.

Konsumsi obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat-obatan tertentu yang ditujukan untuk mengatasi tekanan darah tinggi mampu mempengaruhi kinerja pembuluh darah arteri dalam mengalirkan darah, termasuk yang menuju pada organ vital. Hal ini bisa membuat aliran darah yang bisa menyebabkan ereksi pada penis terhambat.

Penggunaan produk penumbuh rambut
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 2012 menyebutkan bahwa obat penumbuh rambut yang memiliki kandungan propecia jika digunakan dalam jangka panjang bisa mempengaruhi libido pria dan juga meningkatkan resiko terkena impotensi lebih besar.