Terkena Sakit Gigi, Pria Ini Meninggal Dunia

DokterSehat.Com – Meskipun memberikan rasa nyeri yang luar biasa, sakit gigi kerap kali dianggap sebagai penyakit yang sepele. Namun, apa yang terjadi pada pria bernama Vadim Kondratyuk dari California, Amerika Serikat ini mungkin akan mengubah pola pikir kita pada sakit gigi. Vadim ternyata harus meregang nyawa gara-gara penyakit ini. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-kesehatan-gigi-berlubang-karang

Pria yang masih berusia sangat muda, yakni 26 tahun ini, dua pekan lalu mengeluhkan rasa nyeri luar biasa pada giginya. Layaknya orang pada umunya, pria yang berprofesi sebagai supir truk ini berpikir jika sakit gigi ini akan reda dengan sendirinya. Sayang sekali, saat Ia mengendarai truknya ke New York, sakit pada giginya semakin terasa. Ia pun kemudian memeriksakan diri di Oklahoma. Dokter gigi yang memeriksakannya pun segera membersihkan giginya yang sudah terinfeksi dan memberikan antibiotik. Vadim pun merasa lebih baikan setelah meminumnya.

Setelah menyelesaikan pekerjaannya di New York, Vadim pun pulang ke California. Dalam perjalanan ini, pipinya membengkak dan sakit giginya kembali kambuh. Karena tak mampu lagi menyetir, kakaknya, Miroslav, pun menggantikannya mengendarai truk hingga ke rumah. Namun, sebelum mencapai rumah, Miroslav melarikan Vadim ke rumah sakit di Utah karena mengalami sesak nafas dan kesulitan untuk berdiri.

Dokter yang memeriksakannya sangat terkejut karena infeksi pada mulut Vadim sudah meluas ke berbagai tubuh, termasuk paru-paru. Paru-parunya sudah dipenuhi cairan yang membuatnya kesulitan bernafas. Meskipun sudah diberi antibiotik, infeksi bakteri pada tubuh Vadim semakin parah dan akhirnya pada tanggal 30 Januari 2017 kemarin, Vadim meninggal dunia.

Meskipun memilliki penyakit diabetes, Vadim termasuk dalam kondisi yang sehat sebelum sakit gigi ini menyerang. Ia meninggal dengan meninggalkan seorang istri bernama Natalya dan dua anak, Vanessa yang berusia 2 tahun dan Maya yang baru 11 bulan. Melihat adanya kasus ini, ada baiknya memang kita tak lagi menyepelekan sakit gigi.