Terkena Kondisi Langka, Wanita Ini Sanggup Mendonasikan 2,5 Ton ASI!

DokterSehat.Com – Seorang wanita bernama Elizabeth Anderson-Sierra yang berasal dari Oregon, Amerika Serikat, mengalami sebuah kondisi yang sangat langka bernama hyperlactation syndrome. Gara-gara sindrom langka ini, Ia justru mampu memproduksi ASI dalam jumlah yang sangat banyak, yakni sekitar 1,7 galon setiap harinya. Jumlah ini 10 kali lipat lebih banyak jika dibandingkan dengan rata-rata produksi ASI wanita pada umumnya.



Setiap harinya, Ia menghabiskan waktu sekitar 10 jam hanya untuk menyusui buah hatinya dan memompa ASI. Ia seperti tidak ingin menyia-nyiakan produksi ASI di dalam tubuhnya yang sangat melimpah ini. Hingga sekarang, setidaknya sudah 600 galon atau sekitar 2,5 ton ASI yang telah Ia donasikan pada bank ASI. Diharapkan, ASI yang Ia perah ini bisa berguna bagi keluarga-keluarga yang membutuhkan.

Elizabeth bercerita bahwa setiap pagi setelah bangun tidur, Ia langsung memerah ASInya. Waktu-waktu lain dimana Ia juga memerahnya adalah setelah sarapan pagi, setelah makan siang, setelah makan malam, dan di tengah malam. Setiap kali memompa, Ia bisa mendapatkan 0,625 galon ASI. Sebenarnya, pekerjaan memompa ASI ini cukup membosankan, namun, ibu yang sudah memiliki dua orang anak ini terus bersemangat untuk melakukannya karena yakin jika Ia diberi kelimpahan ASI ini untuk menolong ribuan anak yang membutuhkan.

Saat pertama kali mendonasikan ASInya, Elizabeth sebenarnya sempat khawatir jika ASInya akan kering. Namun, semangatnya untuk mampu membantu orang lain justru membuat produksi ASInya menjadi sangat melimpah. Separuh dari ASI yang Ia perah akan diberikan pada warga-warga sekitar yang membutuhkan. Sementara itu, sebagian lainnya akan Ia berikan pada Bank Susu Prolacta Bioscience yang ada di California. Di tempat ini, Elizabeth mendapatkan upah 1 US$ atau sekitar Rp 13 ribu untuk setiap 29,5 mililiter ASI.

Baca Juga:  Meskipun Sedih Karena Bayinya Meninggal, Ibu ini Memilih Untuk Mendonasikan ASInya

Elizabeth sendiri tidak pernah membeda-bedakan siapa yang akan menerima ASInya. Siapa saja yang membutuhkan ASI akan Ia beri.