Terkena Kelainan Genetik, Kulit Wanita Ini Sangat Rapuh dan Mudah Terluka

DokterSehat.Com – Seorang wanita berusia 30 tahun dari kota Birmingham, Inggris mengalami kondisi kesehatan yang sangat langka. Bagaimana tidak, wanita bernama Assya Shabir ini terkena kelainan genetik yang disebut sebagai epidermolysis bullosa (EB). Gara-gara kondisi langka ini, kulit tubuhnya dan juga organ-organ tubuhnya sangat mudah melepuh. Setiap hari pun menjadi perjuangan besar baginya karena kulitnya serapuh kulit kupu-kupu yang andai tersentuh atau terkena gesekan sedikit saja, maka kulit tersebut akan lecet-lecet atau terluka. Bagaimana hal ini bisa terjadi?



Menurut pakar kesehatan, kondisi EB yang dialami oleh Assya ini membuatnya memiliki kandungan kolagen yang sangat minim pada kulitnya. Padahal, kolagen sangatlah penting dalam menjaga kesehatan dan keelastisitasan kulit. Sayangnya, karena penyakit ini tidak ada obatnya, maka Assya pun harus merelakan kondisinya ini meskipun sebenarnya Ia sangat menderita.

Sebenarnya, sesaat setelah dilahirkan, dokter yang menangani Assya berkata pada orang tuanya bahwa karena penyakit ini, besar kemungkinan Assya hanya mampu bertahan hidup selama 24 jam. Namun, berkat perjuangan yang luar biasa, Ia bahkan bisa bertahan hingga usianya kini yang mencapai 30 tahun. Meskipun menganggap hidupnya sebagai cobaan yang berat, Assya bersyukur karena Ia masih mampu menghadapinya dan tidak mengalami masalah yang jauh lebih buruk dari ini.

Karena selalu berpikir positif meskipun mendapatkan cobaan yang berat, Assya pun cukup dikenal di daerah asalnya. Ia sendiri tanpa malu menceritakan kondisi kesehatannya dan berusaha untuk berbagi pada orang lain dengan harapan membuat masyarakat semakin sadar akan adanya kondisi-kondisi langka yang terjadi di sekitar mereka seperti yang Ia alami. Dengan adanya kesadaran masyarakat, diharapkan mereka yang mengalami kondisi langka juga mendapatkan perhatian sekaligus lebih bersemangat untuk menjalani hidupnya.