Terkena Campak Saat Hamil, Berbahayakah?

DokterSehat.Com– Ibu hamil perlu menjaga kesehatannya selama hamil. Namun kadang daya tahan tubuh yang melemah semasa hamil justru dapat membuat ibu hamil mudah terserang penyakit, salah satunya adalah campak. Bagaimana jika tertular campak saat hamil?

Rubella-Campak-Jerman-doktersehat

Mengenal gejala campak

Campak pada ibu hamil merupakan salah satu kondisi yang berbahaya dan dapat meningkatkan risiko keguguran di trimester awal. Campak disebabkan oleh measles virus atau genus virus morbili, paramxivirus.

Gejala campak umumnya diawali dengan kondisi mirip influenza seperti batuk, pilek, demam, radang pada selaput lendir, nyeri sendi, dan kadang disertai dengan diare. Salah satu tanda yang khas adalah bercak koplik dan mata sensitif pada cahaya.

Setelah demam turun, akan muncul bintil merah di sekitar mulut dan muncul ruam merah yang akan menyebar ke seluruh tubuh. Pada ibu hamil ruam ini bisa sangat mengganggi karena kulit ibu hamil sangat sensitif. Setelah beberapa hari, demam akan kembali naik dan ruam merah akan kembali muncul.

Fase penyembuhan akan mereda setelah ruam timbul merata, suhu badan turun dan normal kembali. Ruam akan menghulang dan berganti menjadi bercak kehitaman dan kulit jadi bersisik. Kondisi kulit ini akan membaik setelah 1-2 minggu.

Campak saat hamil

Campak sebenarnya adalah infeksi virus yang bisa sembuh sendiri. Namun virus campak ini sangat berbahaya bagi janin. Ketika ibu mengalami demam tinggi, janin juga akan merasakan panas tubuh yang berlebih.

Selain itu ibu hamil yang terkena campak juga dapat mengakibatkan kecacatan pada janin. Tingkat keparahan pada janin bergantung pada usia kehamilan dan daya tahan ibu saat terkena campak.

Untuk pengobatan campak, sejauh ini pengobatan hanya dilakukan sebagai simptomatis atau belum ada obat spesfik yang dapat mengobati virus ini. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.