Terkena Alergi, Tubuh Wanita Ini Berhenti Tumbuh di Usia 11 Tahun

Alan Richardson / Caters News

DokterSehat.Com– Gadis berusia 17 tahun bernama Erinn Godwin Whalley terlihat seperti anak kecil berusia 11 tahun. Tak hanya itu, Ia juga hanya bisa mengonsumsi sosis setiap hari. Penyebab dari semua keanehan tersebut adalah gara-gara serangan alergi saat Ia masih kecil.

Photo Source: Alan Richardson / Caters News

Dilansir dari Story Trender, saat masih berusia 1 tahun, Erinn mengalami reaksi alergi setelah diberi makan hummus, sejenis makanan khas dari Timur Tengah. Sejak saat itu, Erinn mengalami ketakutan berlebihan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan apapun hingga saat ini.

Kini, gadis yang berasal dari Pitlochry, Skotlandia ini hanya bisa mengonsumsi sosis dan pasta karena tahu bahwa hanya makanan inilah yang aman baginya dan tidak memicu reaksi alergi. Sayangnya, karena menerapkan pola makan yang sangat buruk, Erinn mengalami gangguan pertumbuhan yang sangat parah. Saat usianya 11 tahun, tubuhnya masih seperti anak yang berusia 6 tahun. Bahkan, kini saat usianya sudah 17 tahun, Ia masih terlihat seperti anak dengan usia 11 tahun karena tingginya hanya 142 cm.

Meskipun memilliki ukuran tubuh yang sangat ‘mini’, Erinn ternyata tidak patah arang dan berhasil menggapai cita-citanya sebagai seorang penari. Bahkan, Ia dianggap memiliki karir yang menjanjikan di Royal Ballet.

“Aku sudah lupa seperti apa reaksi alergi yang kualami saat usiaku 1 tahun. Satu hal yang pasti, reaksinya pasti sangat parah karena hingga saat ini di pikiranku makanan selain sosis dan pasta akan membuatku jatuh sakit,” ucap Erinn.

Sang ibu, Myette, bercerita tentang penyebab awal Erinn mengalami fobia parah pada makanan.

“Saat itu kami sekeluarga pergi ke Devon untuk liburan. Aku memberikan biskuit dengan tambahan hummus dan kemudian bibirnya membengkak parah dan kesulitan untuk bernafas. Kami bahan harus memanggil ambulans demi mengatasi alerginya,” terang Myette.

Alergi ini kemudian berkembang ke berbagai makanan. Sejak saat itulah Erinn ketakutan dengan apa yang Ia konsumsi. Kini, Erinn telah didiagnosis terkena Multiple Pituitary Hormone Deficiencey (MPHD), masalah kekuranga nutrisi yang membuat tubuhnya tak memproduksi hormon pertumbuhan dengan cukup. Ia bahkan harus memakai suntikan hormon khusus demi membantunya tetap dalam kondisi sehat.

Kasihan juga ya nasib Erinn karena tidak bisa menikmati makanan enak.