Terkait Gempa di Aceh, Pakar Kesehatan Menyebutkan Jika Korban Bisa Terkena Gangguan Mental

DokterSehat.Com – Sebagai negara yang berada di lingkar api dunia dan pertemuan dari dua lempeng tektonik bumi, kita tentu cukup sering mendengar kabar bencana gempa bumi di berbagai daerah di tanah air. Rabu, 7 Desember 2016, pagi ini, gempa berukuran cukup besar, yakni 6,4 Skala Richter mengguncang Provinsi Aceh. Gempa ini telah memakan puluhan korban jiwa, menghancurkan berbagai bangunan, dan meninggalkan ribuan korban. Tak hanya korban dengan luka-luka fisik, pakar kesehatan juga mengkhawatirkan munculnya masalah gangguan mental bagi korban gempa.

doktersehat-Depresi-Postpartum-Baby-Blue-Syndrome-Skizofrenia

Kekhawatiran ini didasari oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh dua pakar kesehatan bernama William Helton dan James Head yang berasal dari Selandia Baru, negara yang juga cukup sering dilanda gempa bumi layaknya Indonesia. Dari penelitian ini, diketahui bahwa bencana gempa bumi bisa berpengaruh besar pada gangguan mental manusia secara tak terduga. Beberapa korban gempa bumi bahkan bisa mengalami gangguan mental yang cukup parah.

William menyebutkan jika banyak korban gempa bumi yang tidak menyadari jika mereka cenderung lebih kerap melakukan berbagai kesalahan saat melakukan berbagai aktifitas jika dibandingkan dengan sebelum gempa terjadi. Sebagai contoh, ada seseorang yang pernah terkena gempa bumi saat mengemudi kemudian menjadi enggan untuk kembali mengemudi karena mengalami gangguan kognitif dan selalu kehilangan fokus saat berkendara. Bahkan, andai ada informasi tentang gempa susulan saja, Ia bisa mengalami syok, ketakutan, dan kecemasan.

Setiap orang memang menanggapi bencana alam dengan respons yang berbeda-beda. Satu hal yang pasti, banyaknya kerusakan atau bahkan adanya korban jiwa dari orang-orang yang dikenal bisa memicu stress yang bisa berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Bahkan, banyak orang yang pada akhirnya mengalami depresi dan ketakutan untuk melakukan berbagai perubahan dalam kehidupannya.

Baca Juga:  Ditelantarkan, 94 Pasien Gangguan Jiwa di Afrika Selatan Meninggal Dunia

Dengan adanya fakta ini, diharapkan masyarakat ikut membantu korban gempa di Aceh. Tak hanya bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, hingga bantuan lain untuk memulihkan kembali tempat tinggalnya, sebaiknya pelayanan kesehatan mental juga disediakan agar para korban gempa ini tidak mengalami gangguan jiwa.