Terapi Uap Untuk Mengatasi Flu pada Anak

DokterSehat.com– Batuk dan pilek merupakan penyakit yang sering menghampiri pada bayi dan anak. Terlebih lagi pada saat cuaca kurang bersahabat seperti musim hujan dan musin pancaroba. Penyakit batuk dan pilek memang termasuk ke dalam penyakit yang ringan. Meski begitu jangan disepelekan, penyakit ini cukup mengganggu kenyamanan anak. Oleh karena itu, jika anak sudah mengeluarkan gejala-gejala yang mengarah pada batuk dan pilek, sesegera mungkin ditangani.

11

Selain cuaca, penyakit batuk dan pilek juga disebabkan daya imun atau kekebalan tubuh sang anak yang belum kuat. Selain itu, kondisi anak juga merupakan faktor pemicu yang dapat menyebabkan penyakit ini. Anak yang kecapekan bermain, atau perjalanan jauh menyebabkan tubuhnya lelah dan rentan terhadap batuk dan pilek. Kedua penyakit ini biasanya memang datang dalam waktu bersamaan dan beriringan. Batuk adalah reflek tubuh yang yang disebabkan adanya gangguan saluran pernafasan. Sedangkan pilek diakibatkan oleh infeksi virus pada saluran pernafasan bagian atas. Lebih dari 200 macam jenis virus telah menyebabkan penyakit ini. Namun karena begitu banyak virus yang berbeda, serta virus-virus baru yang terus-menerus berkembang, tubuh manusia tidak dapat membangun sistem perlawanan atau antibodi terhadap jenis virus tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, pertolongan pertama yang dapat dilakuakn adalah dengan cara yang sederhana. Siapkan minyak kayu dan wadah yang berisi air panas. Pada wadah yang berisi air panas tersebut, masukkan 10-15 tetes minyak kayu putih ke dalamnya. Biarkan anak menghirup uap hangat yang keluar dari air panas yang beraroma kayu putih selama beberapa waktu, sambil ditepuk-tepuk punggungnya. Terapi uap ini dapat membantu meredakan lendir yang menyumbat hidung dan tenggorokan. Matikan pula kipas angin atau AC yang membuat suhu ruangan menjadi dingin dan kering. Temperatur ruangan yang hangat bisa membuat suhu tubuh yang panas bisa menurun.

Baca Juga:  Kabar Baik di Hari AIDS Sedunia, Vaksin Baru Untuk HIV Sedang Diujicoba di Afrika Selatan