Kanker Pankreas – Terapi Radiasi dan Terapi Lain

Terapi radiasi adalah pengobatan yang menggunakan sinar-X berenergi tinggi yang ditujukan untuk kanker untuk membunuh sel kanker atau mencegahnya tumbuh. Untuk kasus kanker pankreas, terapi radiasi biasanya diberikan bersamaan dengan kemoterapi.

doktersehat-suntik-injeksi

Tujuan terapi radiasi adalah sebagai berikut:

  • Membunuh sel kanker yang tidak bisa diangkat dengan operasi untuk mengurangi risiko kanker kembali atau menyebar.
  • Mengobati tumor yang tidak bisa diangkat melalui pembedahan dan yang menyebabkan gejala, seperti rasa sakit atau sakit kuning.

Biasanya, perawatan radiasi diberikan 5 hari dalam seminggu, sampai 6 minggu. Setiap pengobatan hanya berlangsung beberapa menit dan sama sekali tidak menyakitkan. Hal ini mirip dengan menjalani prosedur rontgen sinar-X. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami mual diare, mulas, dan masalah terkait selama beberapa minggu terakhir terapi atau selama beberapa bulan setelah menyelesaikan pengobatan. Saat ini, obat yang dapat menangani gejala terkait efek radioterapi jauh lebih baik daripada dahulu.

Efek samping utama terapi radiasi meliputi iritasi kulit ringan, kehilangan nafsu makan, mual, diare, atau kelelahan. Efek samping ini biasanya sembuh segera setelah perawatan selesai (dalam 1 sampai 2 bulan).

Terapi lainnya
Kanker pankreas dapat menyebabkan gejala yang tidak dapat selalu diobati dengan operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi. Gejala-gejala ini meliputi:

  • Nyeri
  • Ikterus (tubuh kuning) karena penyumbatan saluran empedu

Terapi yang ditujukan untuk menghilangkan gejala kanker pankreas, namun tidak mengobati kanker itu sendiri, meliputi:

  • Celiac plexus neurolysis (CPN): Terkadang disebut blok celiac, CPN ini berupa suntikan bahan kimia (biasanya alkohol) ke dalam kumpulan syaraf yang terletak di bagian belakang perut di bagian dan di depan tulang belakang yang disebut pleksus coeliac, dimana saraf ini menerima sinyal nyeri dari pankreas. Injeksi kimia ini merusak atau mematikan saraf ini dan mengurangi sensasi rasa sakit yang disebabkan oleh tumor pankreas.
    • Injeksi dilakukan baik menggunakan endoskopi dengan panduan ultrasound atau melalui kulit menggunakan CT-scan sebagai pemandu.
    • Efek sampingnya meliputi diare sementara dan penurunan tekanan darah; nyeri perut terjadi selama dan segera setelah prosedur.
  • Stent bilier: Ini melibatkan penempatan tabung berongga, yang disebut stent, ke dalam saluran empedu untuk tetap terbuka meski ada tekanan eksternal dari tumor pankreas yang sedang tumbuh. Ini mencegah penyakit kuning dengan membiarkan empedu mengalir bebas dan tanpa hambatan dari hati, melewati pankreas, dan ke dalam usus. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan endoskopi oleh gastroenterologis, tetapi juga dapat dilakukan secara perkutan (melalui kulit) di bawah bimbingan CT oleh ahli radiologi intervensi.
Kanker Pankreas – Halaman Selanjutnya: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10