Terapi Kombinasi Efektif untuk Kanker Payudara

Doktersehat.com – Kanker payudara merupakan penyakit yang sangat berbahaya terutama bagi para wanita. Ada hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengobatan terhadap kanker patudara tersebut. Terapi kombinasi antara kemoterapi dengan obat antibodi diketahui secara signifikan memperpanjang harapan hidup pasien kanker payudara yang memiliki jenis sel kanker HER-2 positif.



Terapi kombinasi tersebut menggabungkan trastuzumab yang merupakan antibodi reseptor HER-2 dengan obat kemoterapi emtansine. Secara menjanjikan terapi itu meningkatkan usia harapan hidup pasien lebih dibandingkan dengan pengobatan kanker yang standar.

Menurut dr.Arya Wibitomo, head of medical management PT.Roche Indonesia, terapi kombinasi tersebut memiliki keunggulan daya bunuh sel kanker yang tinggi.

Trastuzumab emtansine dirancang untuk menyerang dan menghambat sinyal HER-2 dan meneruskan kemoterapi langsung ke dalam sel kanker dengan status HER-2 positif. Dengan demikian penyebaran sel kanker bisa dicegah.

“Terapi tersebut boleh disebut sebagai bom yang pintar karena targetnya tidak pada sel yang sehat. Hasil studi menunjukkan tingkat kualitas hidup pasien meningkat dan perburukan penyakitnya bisa dikurangi,” katanya dalam acara pemaparan hasil penelitian EMILIA di Jakarta, Kamis (30/8/12).

Menurut dr.Dradjat R.Suardi, Sp.B-Onk, pemeriksaan reseptor sel kanker atau disebut dengan cek imuno histokimia saat ini sudah menjadi prosedur standar dalam diagnosa kanker. Keberagaman jenis kanker payudara mengharuskan dilakukannya diagnostik yang rinci sebelum memutuskan jenis terapi yang akan dipakai.

Pasien dikatakan HER-2 positif jika pada tumor ditemukan over ekspresi HER2 dan kurang sensitif terhadap kemoterapi tertentu. Dari keseluruhan pasien kanker payudara, sekitar 25 persen memiliki HER-2 positif yang merupakan reseptor paling ganas.

“Nantinya pengobatan akan disesuaikan dengan hasil reseptornya. Pasien kanker payudara dengan HER-2 positif biasanya kankernya paling agresif karena sel kankernya punya reseptor untuk menangkap hormon pertumbuhan,” papar dr.Dradjat, ketua tim penanggulangan kanker di RS.Hasan Sadikin, Bandung.

Baca Juga:  Mengenal Stadium Kanker Payudara

Ditambahkan dr.Dradjat saat ini pengobatan kanker dengan terapi target meningkatkan harapan hidup dan kesembuhan pasien. Pemerintah melalui ASKES sudah menjamin penggantian biaya obat kanker tersebut.

Dari berbagai sumber