Tendangan Bayi di Dalam Perut Ternyata Ada Artinya, Lho

DokterSehat.Com– Salah satu hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh ibu hamil adalah saat bayi di dalam kandungannya mulai menendang-nendang perutnya. Adanya tendangan ini bisa membuat ibu hamil merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Namun, tahukah anda jika tendangan pada bayi ini ternyata memiliki arti tersendiri? Berikut adalah beberapa arti dari tendangan bayi pada perut ibu hamil.

doktersehat-wanita-hamil-musik-agar-bayi-pintar

Menurut pakar kesehatan, tendangan dari bayi saat kehamilan ternyata menandakan adanya fase baru pada kehamilan. Adanya tendangan ini menandakan bahwa bayi mulai bergerak dan tumbuh dengan baik. Meskipun disebut sebagai tendangan, sebenarnya gerakan ini bisa disebabkan oleh banyak hal layaknya gerakan tangan atau bahkan posisi bayi yang sedang ingin berganti posisi, bayi yang sedang meregangkan tubuh, bayi sedang cegukan, atau bahkan gerakan diafragma bayi.

Tak hanya melakukan tendangan sendiri, tendangan bayi di dalam kandungan ternyata juga bisa disebabkan oleh bayi yang ingin merespons rangsangan dari luar perut layaknya belaian, suara, atau bahkan cahaya. Ibu yang banyak berkomunikasi atau membelai perutnya cenderung cukup sering mengalami tendangan dari buah hatinya. Tak hanya respons dari rangsangan dari luar perut, tendangan dari bayi ternyata juga bisa disebabkan oleh respons dari adanya makanan atau sumber nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu hamil.

Menurut pakar kesehatan, bayi yang sehat ternyata bisa melakukan tendangan hingga 15 atau 20 kali dalam sehari. Biasanya, tendangan ini mulai muncul saat usia kehamilan mencapai 18 hingga 19 pekan dimana pada awalnya tendangan ini hanya berupa getaran-getaran saja dan lama-kelamaan akan jauh lebih terasa.

Jika bayi yang pada awalnya rajin menendang tiba-tiba mulai jarang melakukannya, khususnya dalam waktu satu jam setelah ibu makan, dikhawatirkan bayi di dalam kandungan mengalami masalah kesehatan, baik itu berupa kekurangan nutrisi atau bahkan kekurangan oksigen. Hal ini tentu harus segera diperiksakan pada dokter kandungan. Hanya saja, saat usia kehamilan mencapai 38 minggu dimana ruang gerak bayi semakin sempit, penurunan frekuensi tendangan ini memang wajar terjadi.