Temuan Baru, Permen Yang Bisa Mencegah Kerusakan Gigi

DokterSehat.Com – Kita sering diingatkan oleh orang tua kita agar tidak terlalu sering makan permen, karena ditengarai kandungan gula yang tinggi di dalam penganan manis ini bisa menyebabkan gigi berlubang, apabila gigi tidak disikat setelah memakannya. Tapi ada satu permen yang justru bisa menjaga kesehatan gigi.

19

Permen ini bisa membunuh bakteri dan kuman jahat di dalam mulut. Permen diciptakan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri yang menempel di permukaan gigi. Bakteri tersebut memicu penipisan pada email gigi sehingga gigi keropos dan berlubang.

Bagaimana cara permen bekerja? Seperti dikutip dari Daily Mail, permen bebas gula ini mengandung bakteri baik probiotik (lactobacillus paracasei) untuk melawan bakteri jahat (streptococcus mutans). Ketika permen dihisap, bakteri baik ini akan lepas dan masuk ke dalam air liur. Kemudian bakteri baik akan mengunci bakteri jahat dengan membentuk gumpalan yang mengurangi kemampuan bakteri jahat untuk menempel di permukaan gigi. Akhirnya bakteri jahat tertelan bersama air liur dan keluar dari tubuh lewat air seni atau keringat.

Bakteri baik yan terdapat dalam permen ini sama dengan bakteri yang banyak ditemukan pada yoghurt dan minuman probiotik. Lactobacillus merupakan kelompok organisme yang membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi dan melawan kuman penyebab penyakit, seperti diare.

Permen yang dikembangkan oleh asosiasi Organobalance GMBH di Jerman ini bisa jadi solusi untuk mencegah kerusakan gigi pada anak-anak sejak dini. Permen ini mulai dikembangkan untuk manusia setelah tes laboratorium pada tikus menunjukkan bahwa lactobacillus paracasei bisa mengurangi mikroba yang merusak di dalam mulut.

Untuk uji coba pada manusia, peneliti merekrut 60 orang dewasa sebagai partisipan penelitian dan membaginya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi permen mengandung lactobacillus parasei, sementara kelompok kedua makan permen dengan bentuk dan rasa yang sama tapi tidak mengandung bakteri.

Baca Juga:  Warna Lidah Menandakan Adanya Penyakit

Selama 1,5 hari, seluruh partisipan makan lima butir permen dan setiap waktu, peneliti memeriksa sample air liur untuk mengukur jumlah organisme perusak gigi. Hasilnya menunjukkan, 75 persen responden dari kelompok pertama, jumlah bakteri jahat di dalam mulutnya jauh lebih sedikit setelah makan satu butir permen dan makin berkurang hingga eksperimen berakhir.

Permen mengandung bakteri baik ini baru akan diproduksi dan dijual secara komersil pada satu atau dua tahun ke depan. Peneliti juga sedang mengembangkan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung bakteri baik tersebut.

Penelitian ini menguatkan keyakinan bahwa probiotik berperan penting dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, ujar Dr Nigel Carter, chief executive British Dental Health Foundation.