Tempat Wisata Kini Dijadikan Ajang Selfie, Apakah Terkait Dengan Gangguan Jiwa?

doktersehat-selfie-elbow-gaming-thumb-narsis
pic credit: Patrik Nygren

DokterSehat.Com– Di musim liburan seperti sekarang ini, berbagai tempat wisata ramai sangatlah ramai. Jika kita cermati, tak hanya menikmati tempat wisata, banyak orang yang melakukan selfie atau swafoto. Memang, tujuan dari melakukan selfie ini adalah agar bisa mengabadikan keberadaan kita di tempat wisata. Namun, banyak orang yang justru mengaitkan kebiasaan ini dengan gangguan jiwa. Apakah hal ini benar adanya?

Pakar kesehatan dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo menyebutkan bahwa selfie biasanya dilakukan dengan kondisiĀ psikis yang gembira. Bagaimana tidak, berwisata tentu akan membuat pikiran kita menjadi lebih tenang dan bahagia. Hal ini berarti, melakukannya justru bisa membuat kita meredakan stress dari berbagai beban kehidupan.

Dr. Ari juga menyebutkan bahwa melakukan selfie ternyata bisa membuat kita meningkatkan kepercayaan diri. Bagaimana tidak, kita akan mengambil foto dengan senyuman terbaik kita dan dengan percaya diri mengunggahnya di media sosial. Hal ini tentu akan membuat kita semakin percaya diri untuk menunjukkan bahwa kita adalah pribadi positif yang bahagia di depan banyak orang.

Meskipun memiliki manfaat, melakukan selfie dengan berlebihan juga bisa memberikan dampak buruk. Di tempat wisata misalnya, jika kita kerap melakukannya, dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan. Sebagai contoh, kita tentu pernah mendengar kasus seseorang yang melakukan selfie di puncak gunung atau tepi jurang yang akhirnya terjatuh dan meninggal, bukan? Karena alasan inilah kita harus melakukannya dengan hati-hati.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Nottingham Trent University menghasilkan fakta tentang kebiasaan masyarakat modern dalam melakukan selfie. Dalam penelitian ini, dihasilkan istilah bernama selfitis, gangguan mental yang disebabkan oleh obsesi berlebihan dalam melakukan selfie sebanyak mungkin dan ingin sekali mendapatkan pujian atau perhatian di media sosial. Biasanya, kita akan melihat kondisi ini pada mereka yang kerap mengunggah foto selfienya dalam jumlah yang sangat banyak meskipun dalam satu pose atau tempat yang sama.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik