Teknologi Membuat Anak Lebih Rentan Terpapar Kekerasan Virtual

DokterSehat.Com – Memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, pakar kesehatan pun menyuarakan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan anak. Selain adanya kasus vaksin palsu atau bahkan masih maraknya penyakit berbahaya yang mengancam jiwa dan kesehatan anak, pakar kesehatan juga menekankan pentingnya pendampingan orang tua saat anak sedang menggunakan peralatan teknologi macam ponsel pintar, komputer, televisi, atau bahkan game. Tanpa disadari, anak-anak modern ternyata kini lebih sering terpapar kekerasan virtual dari berbagai peralatan modern tersebut.

6660135637_80d42d1bb1_b

Dari data yang didapatkan dari penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2009, diketahui jika anak-anak bisa menikmati televisi hingga lima jam per harinya. Tak hanya melihat acara televisi, permainan game juga bisa dimainkan oleh anak hingga berjam-jam lamanya. Padahal, 70 persen dari dari acara televisi mengandung kekerasan dan 91 persen dari game yang dimainkan anak ternyata memiliki kekerasan. Yang mengenaskan adalah, sebenarnya banyak game atau acara televisi yang sudah dilabeli dengan tanda hanya untuk orang dewasa namun dalam realitanya tetap saja ditonton atau dimainkan oleh anak kecil dengan usia di bawah 10 tahun.

American Academy of Pediatrics (AAP) sendiri menyebutkan jika ada kekhawatiran bahwa anak-anak yang sering terpapar kekerasan virtual ini pada akhirnya mengalami peningkatan kekerasan virtual dan juga lebih agresif dalam berhubungan sosial. Diketahui bahwa sifat anak yang cenderung meniru apa yang mereka lihat ternyata bisa berdampak pada kecenderungan perilaku mereka yang lebih keras dan agresif.

Tahukah anda, tiga dari empat remaja modern ternyata memiliki akses untuk menggunakan ponsel pintar dan internet. Kombinasi teknologi ini ternyata bisa berimbas pada semakin mudahnya mereka melihat kekerasan virtual yang bisa menyebabkan mereka lebih berperilaku agresif sekaligus mendapatkan depresi. Namun, tentu akan sulit melarang atau menghindarkan paparan kekerasan virtual ini sehingga sebaiknya kini orang tua yang dituntut lebih aktif untuk mendamping anak-anaknya dalam menikmati acara televisi atau memainkan gadget atau gamenya.